Berawal dari Tanamannya Sering Hilang, Tersangka Bacok Korban yang Disangka Pencuri | Berita Terbaru Hari ini

Close

Berawal dari Tanamannya Sering Hilang, Tersangka Bacok Korban yang Disangka Pencuri

  • 2019-05-21
  • Editor :junaedi
  • dibaca :816
Berawal dari Tanamannya Sering Hilang, Tersangka Bacok Korban yang Disangka Pencuri Tersangka Muhammad Syaikhoni (kanan) saat berbincang dengan AKBP Yade Setiawan Ujung.(agung)

MALANG -Muhammad Syaikhoni, 39, tersangka pembunuh mayat tercangkul di Pakis, Kabupaten Malang tak meyangkal jika ia membunuh Pardi, 58, warga Dusun Gandon Barat, Desa/Kecamatan Jabung. Itu dilakukan secara spontan saja.

"Sebetulnya saya tidak ada niatan membunuhnya, hanya ingin melukai dan memberi pelajaran. Namun ternyata korbannya malah meninggal dunia," kata Muhammad Syaikhoni saat dirilis kasusnya oleh petugas Polres Malang, Selasa (21/5).

Menurutnya. beberapa hari sebelumnya, dia sering kehilangan jagung serta padi yang sudah dipanen. Tersangka menduga kalau jagung miliknya hilang karena dicuri. 

Tersangka berinisiatif menyanggong pencuri di area kebun miliknya. Saat itulah Jumat (12/4) dini hari, muncul tiga orang yang diduga akan mencuri jagung di  ladang  miliknya.

Ketiganya datang dengan mengendarai dua unit motor. Salah satunya, korban Pardi turun dari motor. Saat itu korban langsung menuju ke kebun jagung milik tersangka. Tanpa melihat situasi, korban langsung memanen jagungnya.

"Saat melihat korban memanen jagung saya itulah, saya tegur dan bacok menggunakan sebilah sabit," ujar tersangka bapak dua anak ini.

Usai menghabisi nyawa korban, tersangka pulang. Jarak rumahnya dengan TKP sekitar 500 meter. Saat warga gempar dengan penemuan mayat, tersangka sempat mendengarnya. Namun tidak keluar rumah.

Bahkan tersangka mengaku sempat dimintai keterangan penyidik. Namun tersangka tidak mengaku. Dia hanya menyatakan bahwa tanah yang menjadi lokasi pembunuhan asalah miliknya.

"Saya tidak langsung melapor, karena belum ada keberanian untuk mengakui. Sekarang saya baru menyesal dan khilaf," tutur tersangka.(agp)


BERITA TERKAIT