Parah, Urus Surat Rujukan Saja Butuh Empat Hari di RSUD Kota Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Parah, Urus Surat Rujukan Saja Butuh Empat Hari di RSUD Kota Malang

Parah, Urus Surat Rujukan Saja Butuh Empat Hari di RSUD Kota Malang Layanan rujukan BPJS Kesehatan di RSUD Kota Malang dikeluhkan, (firman)

MALANG -Pelayanan untuk mendapatkan surat rujukan dari RSUD Kota Malang dikeluhkan. Pasalnya, surat rujukan yang akan digunakan untuk layanan BPJS, terlalu lama penyelesaiannya. 

Untuk mendapatkan surat rujukan saja, seorang pasien harus menunggu selama empat hari.


Hery Mahabellla. salah satu warga Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang Kota Malang misalnya. Ia mengurus surat rujukan di RSUD Kota Malang hingga 4 hari lamanya. 

“Saya tidak paham aturan barunya seperti apa. Yang jelas karena ada aturan baru biasanya saya urus rujukan dari Puskesmas bisa langsung ke RSSA. Sekarang dari Puskesmas ternyata harus rujuk ke RSUD dulu,” keluh Hery, Selasa (11/6).

Saat mengurus surat rujukan ke RSUD, Hery tidak langsung dilayani. Dia mengetahui bahwa pelayanan yang ia inginkan tidak dimiliki RSUD Kota Malang.

Ia kemudian dirujuk ke RS Saiful Anwar. Proses inilah yang memakan waktu berhari-hari.  Pasalnya Hery merupakan pasien yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan yang panjang. 

“Sebelumnya, surat rujuk satu hari saja maksimal, lalu saya bisa perawatan ke RSSA. Karena ada aturan ini saya harus menunggu 4 hari. Karena menunggu surat rujukan saja satu harian penuh, belum saya cek lab ke rumah sakit. Padahal saya bekerja, jadi sangat rugi waktu,” tegasnya.


Menanggapi itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengakui ada keterlambatan terkait kedatangan dokter yang memberi persetujuan rujukan.


“Setelah saya konfirmasi. Pengurusan surat rujukan bukan 4 hari akan tetapi saat hari pasien mendaftar di Poli Penyakit Dalam, siangnya surat sudah selesai. Hanya saja memang dokternya datang terlambat,” tegas Husnul pernah menjabat Plt Direktur RSUD Kota Malang.


Ia menyebut prosedur yang dijalankan rumah sakit sesuai prosedural. Hanya saja untuk kasus Warga Bumiayu itu, akan menjadi evaluasinya. 


Ia menjanjikan akan kembali mengkomunikasikan alur untuk rujukan. Pasalnya, alur rujukan tidak bisa diselesaikan di FKTP (Puskesmas, klinik,


BERITA TERKAIT