Warga Desa Treyang: Pecat Kades Yang Tidak Memberi Contoh Baik | Berita Terbaru Hari ini

Close

Warga Desa Treyang: Pecat Kades Yang Tidak Memberi Contoh Baik

  • 2019-06-18 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1660
Warga Desa Treyang: Pecat Kades Yang Tidak Memberi Contoh Baik Beberapa perwakilan warga ketika mendatangi Balai Desa Trenyang.(agung)

MALANG –Puluhan warga Desa Trenyang, Desa Trenyang Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, ramai-ramai mendatangi balai desa setempat. Mereka menuntut Kades berinisal DS itu dicopot dari jabatannya, Selasa (18/6).


Tuntutan warga ini buntut atas dugaan kasus asusila yang dilakukan oleh kades. DS dilaporkan telah melakukan dugaan perkosaan terhadap warganya. Korban adalah istri dari salah satu perangkat desa setempat, pada Kamis (13/6) lalu.

Kasus sendiri saat ini sudah ditangani penyelidikan UPPA Satreskrim Polres Malang. Dalam pemeriksaan polisi, korban mengaku diperkosa oleh DS. Sementara DS, mengaku kalau hubungan itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

BACA: Inspektorat: Sanksi Kades yang Diduga Memperkosa Tunggu Kasusnya di Polisi

Kedatangan warga itu ditemui oleh Ketua BPD Desa Trenyang Solikin, serta Kapolsek dan Danramil Sumberpucung. Perwakilan warga diberikan penjelasan terkait kasus dugaan asusila yang dilakukan sang Kades.

"Keluhan masyarakat datang ke balai desa ini, karena kasusnya belum selesai kok sudah tugas ngantor sejak kemarin (Senin, red). Sehingga warga bertanya-tanya, kok berani-beraninya sudah bertugas," ujar Suliono, salah satu perwakilan warga dengan nada tinggi.

Menurutnya, ketika DS kembali tugas sementara kasusnya belum selesai, dikhawatirkan bakal terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Misalnya ketika datang ke balai desa, bertemu dengan suami korban.

Tuntutan lain yang disampaikan kepada Ketua BPD, warga juga meminta supaya kades DS diberhentikan. Alasan warga lantaran tidak ingin dipimpin oleh kades yang bermoral bejat. Apalagi warga juga mendengar pengakuan kades bahwa perbuatan asusila dilakukan dasar suka sama suka.

"Kalau aspirasi yang kami sampaikan saat ini tidak mendapat tanggapan secepatnya, maka warga akan kembali mendatangi balai desa dengan jumlah lebih besar. Kami minta BPD atau pihak terkait untuk menonaktifkan kades sementara waktu," tegas Suliono yang dibenarkan oleh Rozi, warga lainnya. 

Solikin Ketua BPD Trenyang ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kedatangan warga untuk menyampaikan keluhan. Pasalnya, warga mengetahui kalau Kades


BERITA TERKAIT