Suami Korban Dugaan Pemerkosaan Kades Treyang Berikan Testimoni | Berita Terbaru Hari ini

Close

Suami Korban Dugaan Pemerkosaan Kades Treyang Berikan Testimoni

  • 2019-06-19
  • Editor :husnun
  • dibaca :4622
Suami Korban Dugaan Pemerkosaan Kades Treyang Berikan Testimoni Bambang Setyo suami korban dugaan kasus pemerkosaan oleh Kades Trenyang.(ist)

MALANG -Polisi tersu mendalami kasus dugaan perkosaan yang diduga dilakukan DS, Kades Trenyang, Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Bambang Setyo suami korban pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa istrinya benar-benar diperkosa oleh DS, Kamis (13/6) di rumahnya. 

Dalih Kades DS, bahwa hubungan itu karena atas dasar suka sama suka, tidak dibenarkan dan dibantahkannya dengan keras.

BACA JUGA: Inspektorat: Sanksi Kades yang Diduga Memperkosa Tunggu Kasusnya di Polisi

"Itu murni perkosaan sesuai dengan laporan istri saya ke polisi. Kalau Kades (DS) mengatakan suka sama suka, sama sekali tidak benar," tegas Bambang Setyo, seperti dikutip Malang Post.

Dikatakannya, kalaupun hubungan tersebut karena suka sama suka (perselingkuhan), istrinya tidak akan berani bercerita kepadanya. 

"Pasti istri saya menyembunyikan hubungannya. Buktinya dia cerita dan mengajak saya untuk membuat laporan polisi," tegasnya.

BACA JUGA:Warga Desa Treyang: Pecat Kades Yang Tidak Memberi Contoh Baik

Bambang yang menjabat Kepala Dusun (Kasun) di Desa Trenyang kemudian menceritakan kronologisnya. 

Kejadiannya pada Kamis (13/6) lalu. Sebelum kejadian ia serta Kades DS masih bekerja di kantor balai desa setempat. Kemudian pukul 13.00, Kades DS izin pergi ke Malang. 

"Bilangnya mau ambil uang untuk biaya administrasi rapat hari Senin (17/6)," tuturnya. 

Selanjutnya, pukul 14.00, Bambang pulang ke rumahnya. Bambang pulang lebih awal, karena bersama dengan Kaur Keuangan desa hendak pergi ke Malang. Dia mau mengambil burung yang dibeli secara online.

BACA JUGA:Polisi Ragu Ada Pemerkosaan, Kasus Kades Trenyang. Ada Uji Bukti di Polda Jatim

Namun sebelum berangkat, Bambang dipanggil istrinya. Korban mengatakan kalau Kades DS menghubunginya terus sejak hari Rabu. Saat telepon, Kades DS selalu menanyakan keberadaan Bambang, suami korban.

Bersamaan dengan itu, Kades DS telepon korban lagi. Kemudian, korban meminta suaminya (Bambang) untuk mendengarkan. Lagi-lagi Kades DS menanyakan keberadaan Bambang. 

"Kemudian oleh istri saya dijawab kalau saya masih di kantor. Setelah telepon ditutup, saya lantas pergi ke


BERITA TERKAIT