Penuhi Permintaan Panglima TNI, Polri Tangguhkan Penahanan Mayjen (Purn) Soenarko | Berita Terbaru Hari ini

Close

Penuhi Permintaan Panglima TNI, Polri Tangguhkan Penahanan Mayjen (Purn) Soenarko

  • 2019-06-21
  • Editor :junaedi
  • dibaca :757
Penuhi Permintaan Panglima TNI, Polri Tangguhkan Penahanan Mayjen (Purn) Soenarko Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.(dok.detikcom)

JAKARATA -Merespon permintaan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Polri memproses menangguhan penahanan eks Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko. Tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal, kini sedang dalam proses administrasi penangguhan pemanahannya. 

"Ok, sedang proses administrasi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jumat (21/6).

Namun Dedi tidak merincikan kapan dan sebareapa lama proses administrasi itu selesai.

BACA JUGA : Panglima TNI Minta Penangguhan Pemahanan Mayjen (Purn) Soenarko, Ini Pertimbangannya

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajukan penangguhan penahanan terhadap Soenarko. 

Hadi mengaku telah menelepon Denpom TNI Mayor Jenderal Dedi untuk berkoordinasi dengan Kababinkum TNI terkait penangguhan penahanan Soenarko. Dia berharap pengajuan itu bisa segera direalisasikan sehingga penangguhan Soenarko bisa secepatnya dilakukan. 

"Mudah-mudahan segera dilaksanakan," kata Hadi saat menghadiri acara pertemuan dengan ulama di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, seperti dikutip antara, Kamis (20/6). 

Soenarko ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal sejak Mei dan ditahan di Rutan POM Guntur, Jakarta Selatan. Dia diamankan dalam pengungkapan kasus penyelundupan senjata api ilegal dari Aceh. 

BACA JUGA; Mantan Danjen Kopassus Ditangkap karena Kasus Penyelundupan 

Soenarko ditangkap pada 20 Mei, setelah diperiksa di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, terkait dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Tak lama setelah pemeriksaan dia langsung ditahan.

Dalam kasusnya Soenarko diduga terkait kasus penyelundupan senjata dari Aceh yang diduga digunakan untuk kerusuhan 22 Mei lalu. Soenarko dinilai berpotensi mengancam keamanan nasional.
 


BERITA TERKAIT