Komplotan Praktik Abori Yang Bisa Merusak Organ Tubuh Dibongkar Polda Jatim | Berita Terbaru Hari ini

Close

Komplotan Praktik Abori Yang Bisa Merusak Organ Tubuh Dibongkar Polda Jatim

  • 2019-06-26
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1172
Komplotan Praktik Abori Yang Bisa Merusak Organ Tubuh Dibongkar Polda Jatim Para tersangka komplotan praktik aborsi yang diungkap Polda Jatim.(dok.cnnindonesia)

Klikapa.com -Praktik aborsi yang diungkap Polda Jawa Timur (Jatim) di Sidoarjo dan surrabaya ternyata menggunakan obat keras. Obat itu bisa berefek pada lambung dan alat kelamin korbannya.

Menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Arman Asmara, kasus ini berawal dari seseorang di salah satu rumah di Sidoarjo yang melakukan aborsi. Itu dilakukan bulan Maret lalu. Dari kasus itulah polisi melakukan penyelidikan.

Hasilnya lanjut Arman, polisi mendapatkan satu nama yang diduga membuka praktik aborsi secara ilegal yang berinisial LWP (28). Ia kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

LWP disebut biasa menjalankan praktiknya di tempat kos yang ada di di daerah Karah, Jambangan, Surabaya, dan di tempat tinggalnya di daerah Pondok Jati, Sidoarjo. Selain itu ia juga pernah menjalankan prakatiknya di sejumlah hotel.

"Kemudian di bulan April 2019 dilaksanakan kegiatan penindakan di rumah seseorang yang berinisial LWP, seorang wanita yang bertempat tinggal di Sidoarjo, dan di Surabaya juga ada rumahnya di daerah Karah," kata Arman, Selasa (25/6).

Selain LWP, kata Arman, pihakanya juga mengamankan enam orang tersangka lainnya yang memiliki peran berbeda. Mereka adalah TS (30), MSA (32), RMS (26), MB (34), VN (26), dan FTA (32).

Tersangka MB, VN, dan FTA memiliki peran sebagai penyuplai obat keras kepada LWP. Sementara, TS ialah pasien yang hendak menggugurkan kandungan; MSA dan RMS merupakan yang menjembatani TS kepada LWP.

Arman menambahkan modus yang dilakukan LWP selama ini ialah dengan berpura-pura sebagai tenaga kesehatan yang telah memiliki izin praktik di wilayah Kota Surabaya. Padahal, kenyataannya, LWP bukan merupakan tenaga kesehatan dan tidak memiliki izin praktik.

Polisi, katanya, juga tengah mendalami keterlibatan pihak lain dalam praktik aborsi ilegal ini. Mereka yakni 11 orang yang diduga telah menggunakan jasa LWP untuk menggugurkan kandungannya.

"Ada 11 yang diduga telah menggugurkan kandungannya menggunakan jasa LWP, yang hingga


BERITA TERKAIT