Nyanyian Suporter 'Arema Jan..K' Membuat Pertandingan Dihentikan. Begini Reaksi Punggawa Madura United | Berita Terbaru Hari ini

Close

Nyanyian Suporter 'Arema Jan..K' Membuat Pertandingan Dihentikan. Begini Reaksi Punggawa Madura United

  • 2019-07-21
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4571
Nyanyian Suporter 'Arema Jan..K'  Membuat Pertandingan Dihentikan. Begini Reaksi Punggawa Madura United Sejumlah pemain dan puggawa Madura United meminta suporternya menghentikan nyanyian kasar kepaa Arema di laga yang berlangsung di Stadion Ratu Pamalingan, Madura.(dok.bola)

Klikapa.com  -Nyanyian suporter 'Arema Jan..k' pada laga Madura United melawan Arema FC di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Sabtu (20/7), sempat dihentikan dua kali oleh wasit Rapiko. Lirik nyanyian itu dianggap  kasar kepada Arema. Laga pekan ke 10 Liga 1 itu berakhir 1-0 untuk tuan rumah.

Nyanyian itu menggema dari kelompok K-Conk Mania yang berada di tribune utara dan selatan. Pada babak pertama, wasit hanya menghentikan laga selama beberapa detik. Berikutnya, di awal babak kedua, pertandingan terpaksa dihentikan sekitar tiga menit.

Kapten Madura United, Greg Nwokolo, sempat meminta suporter untuk menghentikan nyanyian bernada kurang pantas itu. Demikian halnya dengan jajaran pelatih dan pemain Madura United yang berada di bangku cadangan berusaha menghentikan nyanyian dengan lirik Arema Jan...itu.

Setelah laga dilanjutkan, nyanyian tersebut sebenarnya masih sempat terdengar beberapa kali, namun tidak dihentikan oleh wasit. 

Pelatih Madura United, Dejan Antonic, merespon peristiwa itu. Ia menilai umpatan yang terkandung dalam lirik lagu itu merupakan hal yang biasa.

"Suporter bilang jan..k ya? Padahal, kalau orang masuk taksi bilang jan..k. Kalian semua orang Indonesia tahu jan..k itu hal yang biasa. Tapi, jangan (dinyanyikan) untuk lawan. Saya tidak suka dengar itu," kata Dejan.

Jan..k merupakan umpatan khas masyarakat Jawa Timur. Namun, istilah ini juga kerap dipakai untuk menjalin keakraban. Meski, di sisi lain, kata tersebut juga kerap dilontarkan sebagai makian dan ungkapan kemarahan.

Dejan termasuk orang yang mengerti dengan kultur Jawa Timur. Meski asli Serbia, pelatih berusia 60 tahun itu pernah berkarier sebagai pemain Persebaya Surabaya dan Persema Malang. Dia juga sempat menangani Arema.

"Orang bilang itu rasis. Itu bukan rasis. Rasis itu warna (kulit). Kalau kamu lempar pisang itu rasis. Ini namanya no fairplay. Di mana-mana, saat Madura United bertandang, kami main lebih banyak dengar lagu dari suporter lawan," ucap Dejan.

"Kalau ada ketentuan seperti


BERITA TERKAIT