Seorang Santri Tewas Dianiaya Seniornya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Seorang Santri Tewas Dianiaya Seniornya

  • 2019-08-20 penulis : Abdul Halim
  • Editor :junaedi
  • dibaca :765
Seorang Santri Tewas Dianiaya Seniornya Korban saat dievakuasi petugas.(dok.detikcom)

Klikapa.com- Seorang santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum di Kabupaten Mojokerto tewas dengan luka di kepala. Polisi menyebut korban tewas akibat dianiaya seniornya. Penganiaan dipicu korban yang nekat keluar dari lingkungan pondok tanpa izin.

Korban bernama Ari Rivaldo (16), santri ponpes yang berada di Desa Awang-awang Kecamatan Mojosari. Santri asal Kelurahan Sepanjang Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo itu juga sekolah kelas X SMA Mambaul Ulum.

Kapolsek Mojosari Kompol Anwar Sudjito mengatakan, Ari tewas setelah dianiaya santri senior berinisial WN,17, asal Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Sama dengan korban, WN juga sekolah di SMA Mambaul Ulum. Ia kelas XII. 

"Di Pondok Pesantren Mambaul Ulum telah terjadi penganiayaan santri senior terhadap juniornya. Sehingga korban meninggal dunia," kata Anwar kepada wartawan usai olah TKP di PP Mambaul Ulum, Selasa (20/8).

Dijelaskan Anwar, penganiayaan terjadi di kamar asrama ponpes yang ditempati korban bernama Ari Rivaldo,16 pada Senin (19/8) tengah malam. 

Di kamar tersebut, Ari tinggal bersama temannya, Putra Gilang,15, santri asal Desa/Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.
Awalnya pelaku berinisial WN,17 mendatangi korban ke kamar asramanya. Santri senior asal Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto itu mendapati korban Ari tidak ada di dalam kamarnya. 

Saat itu WN bersama seorang temannya sesama santri senior. 

"Korban bersama temannya keluar dari lingkungan pondok tanpa izin. Kemudian dicari ketemu, diajak balik ke kamar korban," jelas Anwar.

Di dalam kamar tersebut, lanjut Anwar, korban Ari dianiaya oleh WN. Korban dipukul dengan tangan kosong dan ditendang pelaku sebanyak dua kali. 

Tendangan dan pukulan pelaku mengakibatkan kepala belakang sebelah kanan korban membentur dinding sehingga terluka.

"Informasi dari saksi, korban membentur tembok mengakibatkan kepala belakang sebelah kanannya berdarah. Sempat dibawa ke rumah sakit, tapi korban meninggal di RSI Sakinah," terang Anwar.

Selain korban Ari, lanjut Anwar, Putra Gilang, 15, teman satu kamar korban juga dianiaya oleh seniornya. Penganiayaan santri asal


BERITA TERKAIT