Tiga Blandong Dampit Diringkus | Berita Terbaru Hari ini

Close

Tiga Blandong Dampit Diringkus

  • 2019-09-02 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1008
Tiga Blandong Dampit Diringkus Tiga tersangka pencuri kayu dan barang bukti yang diamankan petugas.(agung)

Klikapa.com -Satreskrim Polres Malang menangkap komplotan blandong (pencuri kayu) akhir pekan kemarin. Tiga orang diamankan dari tempat berbeda. 

Ketiganya adalah Kaseri, 60, dan Suyitno, 47, warga Desa Taman Satrian Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang dan dan, Gimun, 42, warga Dusun Dauan Desa Pamotan Kecamatan Dampit.

"Barang bukti yang kami amankan dari ketiganya, sembilan kubik kayu sengon serta sebuah truk DD-9773-XA yang digunakan untuk mengangkut kayu curian," terang Kanit Idik I Satreskrim Polres Malang, Iptu Ronny Marghas, Senin (2/9).

Menurutnya, ketiganya ini ditangkap terkait kasus pencurian kayu di wilayah hutan Desa Taman Satrian Kecamatan Tirtoyudo, petak 85 A RPH Dampit, Kabupaen Malang. 

Mereka menebang 14 pohon kayu hutan milik Perhutani. Kayu hasil curian tersebut sedianya akan dijual kepada seseorang.


Penangkapan mereka bermula dari laporan Perhutani. Setelah mendapati beberapa pohon sengon hilang dicuri. Polisi yang mendapat laporan lantas melakukan penyelidikan.


Akhirnya, Gimun yang kali pertama ditangkap. Gimun dibekuk petugas di Jalan Raya Tambakrejo Kecamatan Wajak, ketika sedang mengangkut kayu hasil curian dengan kendaraan truk.

"Saat itu, kayu curian ditumpuk dengan kayu kampung yang berizin. Setelah kami periksa, ternyata di bawahnya tumpukan kayu hasil curian," jelas mantan Kanitreskrim Polsek Bululawang ini.


Saat Gimun diperiksa, ia mengaku jika menebang pohon Sengon atas suruhan Suyitno. Polisi pun segera menjemput Suyitno di rumahnya.  

"Kayu curian itu sedianya akan saya jual kepada seseorang di Desa Ketawang Kecamatan Gondanglegi. Saya sendiri baru sekali ini mencuri kayu hutan," ungkap Suyitno.

Ketika Suyitno diinterogasi petugas, ia mengaku menebang kayu hutan karena membeli dari tersangka Kaseri. Dia membeli dua batang pohon kayu hutan seharga Rp 400 ribu. 

Namun faktanya saat di lokasi yang ditebang justru 14 pohon. Akhirnya dari pengakuan Suyitno ini, petugas mencari keberadaan Kaseri. Ia pun ditangkap di rumahnya


"Saya hanya menjual dua pohon kayu sengon saja.


BERITA TERKAIT