Bejat! Keponakan Diperkosa setelah Pendarahan Ditinggal Kabur | Berita Terbaru Hari ini

Close

Bejat! Keponakan Diperkosa setelah Pendarahan Ditinggal Kabur

  • 2019-10-14 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :489
Bejat! Keponakan Diperkosa setelah Pendarahan Ditinggal Kabur Tersangka Angga Prasangka ketika digelandang petugas UPPA Polres Malang.

Klikapa.com -Bejat kelakuan pria bernama Angga Prasangka, 23 ini. Ia tega memperkosa keponakannya yang masih berusia 9 tahun. Warga Desa Dawuhan Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini kini ditahan polisi.


Korban sebut saja namanya Bunga, bertetangga dengan tersangka dan keponakannya. Bahkan setiap harinya korban lah yang menjaga dan mengajak bermain anak tersangka. 


"Tersangka kami tangkap ketika bersembunyi di rumah neneknya. Dia kabur dan bersembunyi setelah perbuatannya terbongkar," ujar Kanit PPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, Senin (14/10).


Perbuatan bejat tersangka ini, terjadi pada Selasa (8/10) sore sekitar pukul 15.00. Kejadiannya di dalam rumah pamannya, yang berdekatan dengan rumah tersangka. 


"Saat kejadian itu, rumah paman sedang sepi karena masih pergi bekerja," ucap tersangka Angga, kepada petugas.


Kejadian asusila terjadi ketika tersangka sedang tiduran di rumah. Kemudian datang korban ke rumahnya untuk bermain. Melihat korban datang, tersangka langsung mengajaknya ke rumah pamannya.


Ngerinya, saat disetubuhi, korban mengalami pendarahan. Saat itu, tersangka sempat melihat darah mengucur deras dari kemaluan korban. Kemudian oleh tersangka dibersihkan dengan handuk. 


Tetapi, darah masih terus mengalir. Lalu oleh tersangka korban dibawa ke kamar mandi, untuk dibasuh dengan air. 


Namun darah yang keluar tidak berhenti, hingga akhirnya tersangka panik dan memaksa korban memakai celana kemudian menyuruhnya pulang. Saat itulah tersangka mmeberi uang Rp 5 ribu. 


Korban yang kesakitan pulang dengan kondisi menangis. Kepada orang tuanya korban mengadu telah diperkosa tersangka. 


Korban dibawa ke rumah sakit oleh orangtuanya. Setelah itu pihak keluarga melaporkan tersangka ke polisi. 


"Korban mengalami pendarahan hebat. Bahkan sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit. Kemarin ketika kami periksa, juga masih belum bisa jalan," ucap Yulistiana.


Sementara tersangka kabur dan bersembunyi di rumah neneknya. Baru Minggu (13/10) lalu tersangka berhasil ditangkap polisi. 

 

"Saya hanya sekali itu saja menyetubuhinya.


BERITA TERKAIT