Remas Pantat dan Dada Wanita, Dua Pemuda Disel Polisi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Remas Pantat dan Dada Wanita, Dua Pemuda Disel Polisi

  • 2019-10-18 penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :350
Remas Pantat dan Dada Wanita, Dua Pemuda Disel Polisi Dua Pemuda Wonosari harus berurusan dengan penegak hukum setelah meremas pantat dan dada wanita.(ira)

Klikapa.com -Usil remas pantat dan dada wanita, dua pemuda Yudi Dian Prasetyo alias Yudeng, 24, dan Robi Novian, 22 harus meringkuk di sel tahanan polisi.

Kedua warga Dusun Duren Gede RT03 RW03, Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang ini dijemput petugas Jumat (18/10). 

Mereka dilaporkan seorang wanota korbannya, Sri Wahyuni, 30, warga Desa Slorok Kecamatan Kromengan. 

Selain mengamankan dua tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti motor merek Verza nopol L-2904-BX. 

"Kedua masih menjalani pemeriksaan. Karena ada dugaan pencabulan tidak hanya dilakukan satu kali," kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Jumat (18/10). 


Sesuai laporan korban, perbuatan cabul itu terjadi Kamis (17/10) siang. Semula, korban naik motor Honda Beat berboncengan dengan Sri Wahyuni, adik iparnya. 


Saat itu korban hendak ke Dusun Sundan Plaosan Kecamatan Wonosari. Sampai di Jalan Karangrejo, Desa Karangrejo Kecamatan Kromengan, mendadak motor yang dikendari korban dan adik iparnya dipepet motor Verza yang dikendarai dua orang tak dikenal. 


Khawatir terjadi kecelakaann, korban mengurangi kecepatan motornya. Saat itulah dua pelaku justru melakukan tindakan tak senonoh. 


Kedua pelaku memegang pantat dan payudara korban. Usai melakukan itu, pelaku kabur.  


Tak terima diperlakukan seperti itu, korban segera melapor ke Polsek Kromengan. Polisi segera melakukan penyelidikan dan ujungnya menangkap kedua pelakunya. 


Kepada petugas, kedua tersangka mengakui perbuaannya. Mereka mengaku melakukan itu karena iseng saja. Mereka juga tidak menyangka jika perbuaannya itu berakhir ke sel polisi.


"Tersangka mengaku menyesali perbuatannya. Namun penyesalan itu tidak menghapuskan hukumannya," kata Ainun. 


Perbuatan mereka dikenai pasal 289 KUHP dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara.(ira/lim)
 


BERITA TERKAIT