Dari Cuci Otak, Dokter Terawan ke Menteri Kesehatan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dari Cuci Otak, Dokter Terawan ke Menteri Kesehatan

  • 2019-10-23
  • Editor :junaedi
  • dibaca :413
Dari Cuci Otak, Dokter Terawan ke Menteri Kesehatan Dokter Terawan Agus Putranto.(dok.kompas.com)

Klikapa.com -Dokter Terawan Agus Putranto resmi ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Maju 2019-2014. Nama Terawan sempat santer terdengar beberapa waktu lalu karena kontroversi penyembuhan penyakit stroke dengan terapi cuci otak (brain washing).

Mengutip lansiran cnn indonesia.com, teknik yang dikenal sebagai Digital Substraction Angiography (DSA) ini sempat membuat nama Terawan melambung. Ia mengaku metoda ini telah digunakan pada ribuan orang sejak 2005 dan berhasil menyembuhkan mereka.

Berdasarkan pengalamannya, pasien bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca-operasi. Metode pengobatan tersebut disebutnya telah diterapkan di Jerman dengan nama paten 'Terawan Theory'.

Metode ini dipertanyakan sejumlah kalangan karena dinilai tak ilmiah. Keraguan dari beberapa pihak juga muncul karena menganggap metode ini belum melewati uji klinis dan penelitian ilmiah yang memadai.

Untuk menjawab keraguan metoda DSA yang digunakan Terawan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar sidang etik. Namun, sidang ini tidak dihadiri oleh Terawan, hingga ia akhirnya dipecat dari keanggotaan asosiasi dokter itu.

Dia dipecat sementara selama 12 bulan. IDI kemudian menjatuhkan sanksi pemberhentian sebagai anggota per 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019. Sejak masa sanksinya berakhir, Terawan kembali aktif.

Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) lahir di Sitisewu, Yogyakarta, 5 Agustus 1964. Pria yang akrab disapa dr. Terawan ini menempuh Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta selepas SMA.

Ia berhasil menyandang sarjana kedokteran pada 1990. Selesai menyelesaikan studinya, ia memilih untuk mengabdikan diri di TNI Angkatan Darat. Sejak itu dia ditugaskan di berbagai daerah, mulai Bali, Lombok dan terakhir di Jakarta.

Untuk memperdalam keilmuan, Terawan menempuh pendidikan S2 spesialis radiologi intervensi di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Tak mau berkutat dengan praktik kedokteran saja, pada 2013 Terawan memperdalam keilmuan dengan menempuh pendidikan doktoral S3 di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dia lulus pada 2016


BERITA TERKAIT