Polisi Gagalkan Penyelupan 21 Kg Sabu. Ada yang Dimasukkan Anus | Berita Terbaru Hari ini

Close

Polisi Gagalkan Penyelupan 21 Kg Sabu. Ada yang Dimasukkan Anus

  • 2019-11-02
  • Editor :junaedi
  • dibaca :783
Polisi Gagalkan Penyelupan 21 Kg Sabu. Ada yang Dimasukkan  Anus Gelar perkara penangkapan kurir narkoba yang menyembunyikan sabu-sabu di dalam anus dan berupaya membawanya dari Batam ke Jakarta menggunakan pesawat terbang.(dok.antara)

Klikapa.com -Polisi gagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 21 Kilogram. Empat orang tersangka yang menyelundupkan dari Malaysia ditangkap. Mereka rencananya akan mengedarkan di Pekanbaru dan Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, penangkapan para tersangka merupakan hasil perkembangan kasus narkotika sebelumnya di Serpong, Agustus lalu.

"Dari pengembangan di sana kita dapat informasi ada barang mau masuk dari Malaysia ke Indonesia," kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/11).

Polisi menerima informasi mengenai pengiriman barang haram tersebut dari Malaysia sejak awal Oktober 2019. Sejak itu, tim kepolisian melakukan penyelidikan hingga ke Pekanbaru.

Didjelaskan, dari penyelidikan, polisi mengamankan tersangka AB pada 12 Oktober 2019 yang kedapatan membawa barang bukti berupa 2 gram sabu. Masih di hari yang sama, polisi mengembangkan kasus itu dan menangkap tersangka AS dengan barang bukti 21 kilogram sabu.

"AS saat itu masuk ke parkiran hotel pakai mobil dan anggota langsung geledah mobil tersebut. Di mobil itu kita dapat dua tas yang masing-masing isinya 10 kilogram sabu dan 11 kilogram," jelas Argo.

Setelah melakukan interogasi, polisi bergerak dan menangkap tersangka lain berinisial IM dan IS. Polisi menduga kedua tersangka itu terlibat dalam proses pengemasan dan pengiriman sabu menuju Jakarta.

Kepada polisi, AS mengaku mengambil barang itu di Malaysia. Dia ke Malaysia menggunakan speed boat melalui jalur Batam. Selanjutnya, AS mengambil sabu seberat 21 kg dari seorang yang berada di Malaysia yang saat ini masih diburu polisi.

"Awalnya 10 Oktober keterangan AS dia komunikasi dengan orang Malaysia inisialnya J itu DPO. Dia disuruh datang ke Johor, Malaysia, dia berangkat pakai speed boat lewat Batam dan dia ketemu dengan J dan diberi barang 21 kg," imbuh Argo.

Dari Malaysia, tersangka kembali ke Batam menggunakan speed boat dan para tersangka membawa sabu itu menggunakan mobil


BERITA TERKAIT