Kerjakan Remaja 15 Tahun Jadi LC dan PSK, Wanita Pemilik Karaoke Ditangkap | Berita Terbaru Hari ini

Close

Kerjakan Remaja 15 Tahun Jadi LC dan PSK, Wanita Pemilik Karaoke Ditangkap

  • 2019-11-05
  • Editor :junaedi
  • dibaca :843
Kerjakan Remaja 15 Tahun Jadi LC dan PSK, Wanita Pemilik Karaoke Ditangkap Tersangka SAA (kiri) dan Tiwi Rahayu alias Reva.(aung)

Klikapa.com -Unit Reskrim Polsek Sumberpucung berhasil membongkar kasus perdagangan anak, Senin (4/11) malam. Dua orang wanita pelakunya ditangkap. 


Mereka adalah, Tiwi Rahayu alias Reva, 32. Warga asal Maospati Kabupaten Magetan yang menetap di Sumberpucung dan KA, 15, warga asal Kelurahan/Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.


Mereka dalam praktinya berbagi tugas. KA yang mencari korban dan Reva, pemilik usah karaoke yang dijadikan tempat mempekerjakan korban.


Menurut laporan petugas, korbannya adalah SAA, 15, warga Tempursari Kabupaten Lumajang. Selain dieksploitasi sebagai pemandu lagu, korban juga diminta melayani tamu untuk melakukan hubungan badan. Korban dijadikan pekerja seks komersial (PSK). 


"Karena korbannya anak-anak serta pelakunya wanita, usai kami mintai keterangan, langsung kami limpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Malang," jelas Kanitreskrim Polsek Sumberpucung, Ipda Zaenal Arifin, Selasa (5/11).


Menurut Zaenal, terbongkarnya perdagangan anak di bawah umur ini, bermula dari laporan orang tua korban. Dilaporkan, SAA telah meninggalkan rumah sejak tanggal 31 Oktober 2019. 


Keluarga melapor ke polisi, setelah mengetahui bahwa korban berada di wilayah Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.


Berdasarkan laporan tersebut, polisi menindaklanjutinya. Diketahui, korban berada di tempat karaoke milik Reva. Polisi langsung menangkap Reva dan KA. 

Keduanya wanita ini ditangkap di tempat karaoke milik Reva, di Jalan Nusantara Desa/Kecamatan Sumberpucung.


"Kasusnya saat ini masih dikembangkan oleh UPPA Polres Malang. Karena ada kemungkinan, korbannya lebih dari satu orang," ujar Zaenal.


Akibat perbuatannya tersebut, kedua tersangka terancam dijerat dengan pasal 83 Jo pasal 76F dan pasal 88 Jo pasal 76I Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.(agp/lim)
 


BERITA TERKAIT