Dengan Alasan Penelitian, 18 Siswa Dionani Guru BK | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dengan Alasan Penelitian, 18 Siswa Dionani Guru BK

  • 2019-12-05 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1308
Dengan Alasan Penelitian, 18 Siswa Dionani Guru BK SMP Negeri 4 Kepanjen, Kabupaten Malang tempa guru BK yang dilaporkan melakukan pelecehan terhadap siswanya.

Klikapa.com -Dunia pendidikan di Malang kembali tercoreng akibat ulah mesum oknum guru di SMP Negeri 4 Kepanjen, Kabupaten Malang. Guru honorer berinisal CH, dilaporkan berbuat tak senonoh terhadap belasan siswanya.


Informasinya, CH melakukan onani terhadap nelasan siswanya. Kasus ini kini sedang ditangani Satreskrim Polres Malang.

Kasus yang heboh ini terjadi sekitar setahun lalu. Berdasarkan keterangan, ada 18 siswa yang mengaku menjadi korbannya. Sekarang ini, para siswa yang menjadi korban duduk di kelas IX.

"Siswa yang menjadi korban ada banyak. Mereka dilakukan tidak senonoh tidak berbarengan, melainkan satu per satu," jelas sumber di Polres. 

Modus pelecahan seksual itu, sang guru memanggil siswa untuk datang ke ruang CH. Di sekolah ini, CH adalah seorang guru Bimbingan Konseling (BK). 

Saat di ruangannya, CH, warga Desa Kedung Pedaringan, Kecamatan Kepanjen ini lantas meminta tolong pada korban. CH mengatakan sedang mengadakan penelitian untuk keperluan lanjutan pendidikan S3. 


"Sebelum melakukan pelecehan, dia meminta kesediaan korban. Setelah korban mau dan disumpah dengan Alquran, lalu CH ini mengatakan penelitiannya," jelasnya.


Para korban yang tidak bisa menolak karena telah disumpah hanya pasrah. Kemudian CH menutup pintu dan selambu ruang BK. 


Selanjutnya Ia melepas celana siswa dan melakukan onani kepada siswanya. Modus yang dilakukan terhadap semua korbannya sama. Bahkan, salah satu siswa ada yang sampai tiga kali dilakukan tidak senonoh oleh CH.


Perbuatan tak senonoh ini, baru terbongkar Jumat (29/11) lalu. Bermula dari salah satu siswa yang menjadi korban, mengadu kepada salah satu guru BK. 

Dari pengaduan ini, kemudian berkembang dan ternyata korban berjumlah 18 siswa. Atas kejadian ini, pihak sekolah lantas memberhentikan CH, pada Sabtu (30/11). 

"CH sudah dipecat dari sekolah. Kasusnya sudah dilaporkan ke polisi," katanya.


BERITA TERKAIT