Empat Tahanan Polres Malang Kota Kabur setelah Gergaji Terlalis Besi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Empat Tahanan Polres Malang Kota Kabur setelah Gergaji Terlalis Besi

  • 2019-12-09
  • Editor :junaedi
  • dibaca :879
Empat Tahanan Polres Malang Kota Kabur setelah Gergaji Terlalis Besi ilustrasi tahanan kabur.(ist)

Klikapa.com -Empat orang tahanan Polresta Malang Kota kabur Senin (9/12) dini hari tadi. Mereka kabur setelah menggergaji teralis besi ruang jemuran di dalam sel. Perburuan keempat tahanan kini tengah dilakukan.

Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata mengkonfirmasi peristiwa itu kepada wartawan. Kini keempat tahanan itu disebutkan sedang diburu.

"Benar, ada empat tahanan kami yang melarikan diri dengan cara gergaji teralis besi. Pengejaran masih dilakukan, mudah-mudahan dalam waktu tidak lama bisa diamankan kembali," kata Leonardus kepada wartawan di Mapolresta Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Senin (9/12/2019).

Leonardus mengaku penyelidikan juga tengah dilakukan untuk mengungkap asal muasal gergaji yang digunakan para tahanan kabur.

"Gergajinya dari mana? Masih kami selidiki," katanyanya menjawab pertanyaan awak media.

Diperoleh informasi, keempat tahanan yang kabur itu adalah Sokip Yulianto, Nurcholis, Bayu Prasetyo, dan Andria alias Ian. Belum dapat diketahui alamat dan kasus yang menjerat keempat tahanan tersebut.

Sel yang dihuni tahanan di Mapolres Kota Malang itu bagian atasnya merupakan beton. Tetapi bagian sel yang digunakan sebagai ruang jemur mempunyai bagian atas teralis besi dan tidak beratap. Ini dimaksudkan agar sinar matahari bisa masuk ke areal sel tahanan. Teralis besi pada ruang jemuran itulah yang digergaji oleh para tahanan.

Keempat tahanan itu kabur dengan memanjat ruang jemuran menggunakan beberapa kain yang diikat secara bersambung. Setelah menggergaji teralis besi ruang jemuran, keempat tahanan kabur melalui tembok belakang Mapolresta Malang Kota.

"Kabur dengan memanjat tembok belakang  setelah sebelumnya menggergaji teralis besi," pungkas Leonardus.


BERITA TERKAIT