Tanah di Maros Sulawesi Selatan Ambles dan Membentuk Kolam Besar | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tanah di Maros Sulawesi Selatan Ambles dan Membentuk Kolam Besar

  • 25-12-2019
  • Editor :goly
  • dibaca :19491
Tanah di Maros Sulawesi Selatan Ambles dan Membentuk Kolam Besar Tanah ambles di Maros

KLIKAPA - Fenomena alam yang tidak biasa terjadi di Dusun Tana Takko, Desa Lebbo Tengae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (23/12). Tanah di tengah persawahan yang belum digarap tiba-tiba ambles dan membentuk lubang besar.
Awalnya hanya berdiameter 3 meter, namun hingga Selasa (24/12) siang, diameter kian meluas menjadi sekitar 10 meter. Dan air mulai mengalir masuk ke lubang itu hingga kini tampak seperti kolam besar.
Kepala Desa Lebbo Tengae Suryanto Indra mengatakan, titik tanah ambles itu di atas lahan persawahan milik Haji Juma yang Januari mendatang baru akan ditanami. Jaraknya sekitar 500 meter dari permukiman.

Sebelum ambles, sempat terdengar bunyi gemuruh. Sekitar tiga orang yang berada di sekitar lokasi berlarian ketakutan.
"Cuaca kemarin tidak hujan, malah terang benderang. Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh yang cukup besar. Warga yang tengah garap sawahnya berlarian tapi sempat melihat dari kejauhan ada lubang di sawah Haji Juma yang sebelumnya tidak ada. Satu jam kemudian atau pukul 10.00 WITA, beramai-ramai warga mendatangi lubang yang diduga asal dari suara gemuruh tadi. Lubang itu kira-kira berdiameter 3 meter dan hari ini diameternya bertambah, kira-kira 10 meter lebih," kata Suryanto Indra.

Lubang itu memotong saluran persawahan sehingga air mengalir ke lubang. Olehnya, lubang itu kini penuh air, jadi seperti kolam besar yang kira-kira kedalaman mencapai 10 meter.
"Ini kejadian pertama kalinya, sebelumnya tidak ada seperti ini," ujar Kades Lebbo Tengae ini.

Sementara itu, Kapolsek Camba AKP Haedar Muis mengatakan telah memasang garis polisi untuk mengantisipasi warga mendekati lokasi.
"Kita tambah luasan police line karena lubang juga meluas. Ini dilakukan agar tidak ada orang atau ternak yang melintas dan terjatuh. Apalagi ini mulai turun hujan terus," kata

Sejumlah ahli tergabung dalam Ikatan Ahli Geologi Indonesia Makassar mendatangi lokasi untuk melakukan pemantauan.
"Tim


BERITA TERKAIT