Dua Legenda Arema Didepak. Begini Katanya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dua Legenda Arema Didepak. Begini Katanya

  • 2019-12-29
  • Editor :junaedi
  • dibaca :876
Dua Legenda Arema Didepak. Begini Katanya Dua legenda Arema FC, Yanuar Hermansyah dan Siswantoro, tak lagi bersama skuat Singo Edan.(dok.bola.com)

Klikapa.com -Dua asisten pelatih Arema FC yang ikut menjadi korban 'evaluasi' adalah  Siswantoro dan pelatih kiper Yanuar ‘Begal’ Hermansyah. Mereka pun harus angkat kaki dari skuat Singo Edan untuk musim depan. Lalu apa komenarnya ikhwal itu?

“Saya sudah berhenti di tim kepelatihan Arema. Ya harus bersikap profesional karena dalam sepak bola keluar masuk klub itu sudah biasa,” jelas Siswantoro.

Sebelumnya Siswantoro sempat melatih Persekam Metro FC. Setelah tak lagi di Arema, dia akan kembali ke dunia pendidikan sebagai guru olaharga. 

“Kembali ke dunia pendidikan tapi bidang olahraga sambil menunggu job,” lanjut dia.

Lain halnya Begal. Ia tidak banyak bicara karena dia memang cukup lama bersama Arema FC dan sangat dekat dengan pemain. 

“Ya sekarang sudah tidak lagi di Arema. Kemarin sudah diberi tahu,” katanya datar.

Segala cara sudah dilakukan Begal untuk membuat gawang Singo Edan lebih tangguh, seperti merotasi kiper setiap skuatnya kemasukan banyak gol dalam satu pertandingan.

Sebenarnya Siswantoro dan Begal termasuk legenda klub. Siswantoro baru ditarik ke tim kepelatihan pada 2019. Artinya, ia baru satu musim bekerja untuk Singo Edan. Sementara Begal sudah berada di dalam tim sejak 2015.

Nanun untuk sementara ini manajemen Arema belum mengumumkan siapa penggantinya. Arema merencanakan akan memperkenalkan mereka Januari 2020 bersamaan dengan pelatih kepala baru dan menjelang latihan perdana musim depan.

Perubahan komposisi tim pelatih Arema FC dilakukan setelah hasil musim 2019 dianggap gagal. Alhasil bukan saja pelatih kepala Milomir Seslija yang diakhiri masa kontraknya tetapi juga  Siswantoro dan pelatih kiper Yanuar ‘Begal’ Hermansyah.

Kontrak keduanya tidak diperpanjang lagi bersama Arema FC. Itu merupakan hasil evaluasi dari manajemen setelah Singo Edan finis di urutan 9 dengan catatan kebobolan 62 kali di Liga 1 2019.
 


BERITA TERKAIT