Seorang Dosen PTS di Surabaya Ditangkap karena Pemilikan Sabu | Berita Terbaru Hari ini

Close

Seorang Dosen PTS di Surabaya Ditangkap karena Pemilikan Sabu

  • 2020-01-19
  • Editor :junaedi
  • dibaca :867
Seorang Dosen PTS di Surabaya Ditangkap karena Pemilikan Sabu Dosen salah satu PTS di Surabaya yang ditangkap karena sabu-sabu.(insert).

Klikapa.com -Seorang dosen salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya digiring polisi ke sel Polrestabes Surabaya. Dia adalah Nono Supriyadi, 52, dosen Fakultas Ekonomi karena kasus narkoba jenis sabu.

Dosen Matematika itu ditangkap pada Selasa (14/1) malam di pinggir Jalan Semolowaru karena membawa satu poket narkotika jenis sabu di dalam mobilnya.

"Penangkapan tersangka bermula dari informasi masyarakat yang menyebut bahwa adanya penyalahgunaan jenis sabu di sekitaran jalan Semolowaru," kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, kepada media, Minggu (19/1/2020).

Dari informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Diketahui mendapati mobil milik dosen yang tinggal Jalan Semolowaru Bahari Blok X Surabaya itu melintas di sekitar tempat tinggalnya.

"Setelah dipastikan, anggota kemudian menghentikan mobil yang dikendarai tersangka," terang Ardian.

Petugs pun segera melakukan pemeriksaan. Dari penggeledahan di mobil tersangka, petugas berhasil menemukan barang bukti satu plastik berisi sabu-sabu.

"Awalnya tersangka sempat berkilah dan menolak untuk diperiksa. Namun, anggota tetap melakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan plastik klip yang kami duga kuat adalah narkotika jenis sabu-sabu," tegasnya.

Di depan penyidik, tersangka mengaku memperoleh barang haram itu dari seorang perempuan yang merupakan istri dari sahabatnya.

Transaksi itu dilakukan di kawasan Pucang Lapangan, dengan harga Rp 400 ribu per poket.

"Masih kami buru yang bersangkutan (pelaku perempuan, red)," tandas Ardian.

Nono mengaku kristal haram itu baru akan dikonsumsi keesokan harinya. Sementara itu, terakhir dia menggunakan sabu itu pekan lalu.

"Terakhir minggu lalu pak di sekitar jalan Bratang Binangun bersama dua teman saya (inisial FR dan ST). Kalau pakai ya di mobil, parkir pinggir jalan. Biar tidak ketahuan," katanya.
 


BERITA TERKAIT