Polisi Penabrak Sejumlah Motor Diperiksa di Polda Jatim | Berita Terbaru Hari ini

Close

Polisi Penabrak Sejumlah Motor Diperiksa di Polda Jatim

Polisi Penabrak Sejumlah Motor Diperiksa di Polda Jatim Kapolres Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata saat ketika melihat langsung olah TKP, laka mobil dinas polisi menabrak sejumlah pengendara motor di Jalan Ki Ageng Gribig Kota Malang, Selasa (10/12)

MALANG-Aiptu Kh, anggota Polsek Kedungkandang yang juga sopir mobil patroli polsii yang menabrak enam pengendara motor dan satu mobil menggunakan saat ini diperiksa di Polda Jatim. Bintara polisi itu menjalani serangkaian pemeriksaan. Apalagi ia sebenarnya sudah dilarang mengendarai mobil dinas. 


"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pengendara mobil (Aiptu Kh). Saat ini, yang bersangkutan ada di Polda Jawa Timur," terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Rabu (22/1/2020).


Dua jenis pemeriksaan yang dijalani Aiptu Kh. Pemeriksaan oleh tim dokter dan Propam Polda  Jatim.


"Masih melakukan pemeriksaan kejiwaan dan kesehatan. Masih ditelusuri," Kapolres yang dipanggil Leo ini.

 
Aiptu Kh, adalah sopir mobil patroli Polsek Kedungkadang yang menabrak enam pemotor dan satu mobil di Jalan Ki Ageng Gribig. Selasa (21/1).  Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun empat pengendara harus mendapat perawatan di RSSA. 


Menurut Leo, hasil pemeriksaan anggotanya itu tidak dalam kondisi mabuk maupun penyakit tertentu ketika mengendarai mobil. 


"Dia tidak mabuk.Kami tidak ingin berandai-andai. Tunggu hasilnya dari polda," lanjutnya.


Muncul informasi, jika Aiptu Kh sebenarnya tidak boleh mengemudikan mobil. Itu didasari atas peristiwa kecelakaan yang pernah ia alami sebelumnya sebagai akibat dari salah satu penyakit yang diidapnya.


Soal ini, Leo mengaku tidak ingin berspekulasi. Ia tetap menunggu hasil pemeriksaan dari Polda Jawa Timur. "Kita tunggu dari Polda Jawa Timur saja, ya," katanya. 


Lepas dari pemeiksaan interen anggotanya, Leo tetap berkomitmen membanatu para korban. Salah seorang korban yakni Sukadi dijadwalkan menjalani operasi.  


”Mudah-mudahan, untuk korban yang masih dirawat segera diberi kesembuhan seperti sedia kala," harapnya.


Sementara itu, dua korban yang sebelumnya menjalani perawatan RSSA sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Yakni Aulia Fahda, 19 tahun,  warga Jalan Jagung Suprapto, dan Ardi Kusuma, 18 tahun,  warga Jalan Banyu Anyar. Sedangkan Muchammad


BERITA TERKAIT