Operator Seluler segera Terapkan Verivikasi Kartu SIM dengan Sidik Jari | Berita Terbaru Hari ini

Close

Operator Seluler segera Terapkan Verivikasi Kartu SIM dengan Sidik Jari

  • 2020-01-23
  • Editor :junaedi
  • dibaca :513
Operator Seluler segera Terapkan Verivikasi Kartu SIM dengan Sidik Jari ilustrasi(ist)

Klikapa.com -Operator Seluler siap patuhi saran BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) untuk melakukan verifikasi kartu SIM dengan menggunakan data biometrik seperti sidik jari. 

Hal ini diungkap Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) terkait  keamanan registrasi dan tukar kartu SIM dengan validasi data biometrik pemilik kartu SIM.

Sekretaris Jenderal ATSI,  Marwan Baasir mengatakan beberapa anggota ATSI juga telah melakukan proses uji coba biometrik. Dalam fitur biometrik, operator akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

"Harapan kami kalau pemerintah mewajibkan, kita siap, cuma mungkin (verifikasi biometrik) di gerai di 34 provinsi perlu dibicarakan. Kalau semua registrasi biometrik di gerai, kita bicara pengguna mobile itu 330 juta pengguna," ujar Marwan kepada wartawan di Kantor Kemenkominfo, di Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Marwan khawatir pegawai di gerai operator bisa kewalahan apabila masyarakat melakukan registrasi biometrik di gerai. Marwan menceritakan awal-awal registrasi diberlakukan, gerai bisa beroperasi hingga subuh.

"Yang perlu dipikirkan adalah tantangan kita kalau ada verifikasi fisik, bagaimana menangani 330 juta pelanggan datang ke gerai," kata Marwan.

Marwan mengakui SOP verifikasi data  yang diterapkan di gerai memang ada celahnya. Masalah utama kurangnya penegakkan SOP karena banyak konsumen yang meminta pelayanan khusus.

Marwan mengatakan data biometrik ini juga harus dinaungi oleh aturan mengenai data pribadi. Akan tetapi, saat ini biometrik tetap diuji coba operator. Biometrik yang berupa pemindaian wajah, sidik jari, dan iris mata ini dilindungi dalam konteks data pribadi dalam UU ITE, PP 71 PSTE, dan UU No.36 Tahun 1999 Telekomunikasi.

"Contoh KTP, kadang-kadang masyarakat juga begitu datang ke ke gerai,  'saya kan sudah 10 tahun, percaya aja', sering kan kita gitu," katanya.

Wakil Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan implementasi biometrik memang akan membebankan biaya operasi lebih untuk operator.

"Tapi makin mahal juga, yang


BERITA TERKAIT