Pelajar Pembunuh Begal Divonis Hukuman Pembinaan Satu Tahun, Kuasa Hukum Pikir-pikir | Berita Terbaru Hari ini

Close

Pelajar Pembunuh Begal Divonis Hukuman Pembinaan Satu Tahun, Kuasa Hukum Pikir-pikir

  • 2020-01-23
  • Editor :junaedi
  • dibaca :582
Pelajar Pembunuh Begal Divonis Hukuman Pembinaan Satu Tahun, Kuasa Hukum Pikir-pikir Pelajar pembunuh begal, ZA saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang.(ist)

Klikapa.com -Pelajar berinisal ZA,18, pembunuh begal warga Gondanglegi, Kabupaten Malang, divonis hukuman pembinaan selama satu tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, Wajak, Kabupaten Malang. Amar putusan itu dijatuhkan Mejelis hakim di PN  Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/1/2020).

Vonis itu sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum Kristiawan SH, di sidang sebelumnya. ZA dianggap terbukti melanggar hukum yang diatur dalam pasal pasal 351 ayat 3 KUHP, tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Sidang digelar pukul 10.30 WIB yang dipimpin oleh Hakim Nuny Defiary dengan agenda pembacaan vonis. Sementara ZA, datang dalam persidangan dengan mengenakan seragam sekolah putih-putih, dengan jaket merah dan topi hitam serta mengenakan masker.

BACA JUGA: Pelajar Pembunuh Begal Dituntut Hukuman 1 Tahun Mondok di LKSA

Dalam sidang tertutup itu, menurut Kuasa hukum ZA, Bhakti Reza Hidayat mengaku akan mempertimbangkan vonis dengan bermusyawarah bersama pihak keluarga terlebih dahulu. Kuasa hukum menghormati prosedur hukum di Pengadilan Negeri Kepanjen.

"Terkait putusan dari hakim tadi, dengan berbagai pertimbangan kami dengan tim dan bapaknya ZA. Kami sudah berpikir, yang jelas kita sangat menghormati prosedur hukum yang terjadi di pengadilan Kepanjen. Ada waktu 7 hari bagi kami untuk berpikir. Apakah putusan majelis hakim bisa kita terima atau tidak," kata Bhakti kepada media usai persidangan.

Menurut Bhakti, ada waktu 7 hari untuk berpikir mengajukan banding atau menerima vonis hakim. Saat ini kuasa hukum dan keluarga memilih mempertimbangkan terlebih dahulu. Menurutnya ada empat dakwaan yang disampaikan.

BACA JUGA: Mayat di Kebun Tebu Terungkap. Dia Tersangka Begal. Begini ...

Pertama dakwaan tentang 340 KUHP tentang pembunuhan berencana tidak terbukti. Kemudian pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal membawa senjata tajam tidak bisa dibuktikan dengan sendirinya.

"Karena unsur kesengajaan untuk menyebabkan kematian itu tidak terjadi. Tapi hakim memutuskan si anak ZA ini dikenakan pasal 351 ayat


BERITA TERKAIT