Bandar Judi On Line Sbobet.com Diringkus Pak Polisi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Bandar Judi On Line Sbobet.com Diringkus Pak Polisi

  • 21-04-2016
  • Editor :junaedi
  • dibaca :15485
Bandar Judi On Line Sbobet.com Diringkus Pak Polisi

SURABAYA - Judi online yang digerakkan melalui situs judi dan memiliki omzet miliaran rupiah di bongkar Polda Jatim. Sindikat judi online ini juga sudah merambah antar pulau.

Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Nurrachman mengatakan, pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya bisnis judi yang cukup besar. Setelah dilakukan penyelidikkan, polisi menangkap FR (42) warga Perumahan Citraland East Wood, Sambikerep, Surabaya.

"Yang pertama kali kami tangkap adalah FR. Dia memang pekerjaan di judi online ini. Dari sini kemudian ditangkap EW beserta sejumlah barang bukti," kata Nurrahmad, Rabu (20/4).

Penangkap EW (39) warga Jalan Tegal Dukuh Utara, Badung, Denpasar, Bali itu merupakan pengembangan dari FR. Keduanya adalah bandar dalam situs judi beromzet miliarnya rupiah.

Sedangkan barang bukti yang didapat polisi, dari  tangan FR berhasil disita barang bukti berupa tiga ponsel, beberapa rekening dan ATM, dan uang Rp700 ribu. Selanjutnya dari tangan EW, polisi berhasil menyita tujuh ponsel, buku rekening bank dan lima ATM.

Masih menurut Nurrachman, dua tersangka ini mengaku menggeluti bisnis judi online sejak tahun 2013. Dalam sebulan, tersangka FR bisa memperoleh omzet sekitar Rp2 miliar. Sedangkan tersangka EW bisa mencapai puluhan Miliar. Kedua tersangka ini beroprasi hingga Kawasan Indonesia Timur.

Modusnya, pelaku banyak menawarkan kepada penggemar judi melalui situs. Salah satunya adalah situs Sbobet.com. Untuk Toto Gelap (Togel) membuka lapak judi seminggu sekali. Polisi masih menelusuri jaringan lainnya dalam judi online ini. Dugaan sementara, pelaku ini merupakan jaringan judi dari Singapura dan Malaysia.

Atas perbuatan tersebut, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 27 Ayat (2) dan Pasal 45 Ayat (1) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 303 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara.(jpnn/okezone)


BERITA TERKAIT