Sepulang dari Wuhan, Mahasiswi Asal Malang Tetap Ingin kembali ke China Jika Sudah Aman | Berita Terbaru Hari ini

Close

Sepulang dari Wuhan, Mahasiswi Asal Malang Tetap Ingin kembali ke China Jika Sudah Aman

Sepulang dari Wuhan, Mahasiswi Asal Malang Tetap Ingin kembali ke China Jika Sudah Aman Dianita Asmaningtyas mahasiswi asal Malang diapit kedua orangtuanya setelah sampai di rumahnya setelah dipulangkan dari Wuhan dan menjalani karantina di Natuna.(ist)

Klikapa.com -Salah satu mahasiswa asal Kota Malang yang pulang dari Wuhan dan telah dikarantina di Natuna adalah Dianita Asmaningtyas. Ia kini sudah berkumpul keluarganya di Kota Malang. 

Wanita yang akrab disapa Nita ini berbagi cerita terkait pengalamannya mulai dari Wuhan hingga kembali ke Indonesia.

Menurut wanita berambut sebahu ini, sejak bulan Desember lalu, Kota Wuhan sudah mulai diserang oleh wabah. "Waktu itu, belum tahu kalau ternyata corona. Dikiranya SARS," jelas dia.

Kemudian, pada awal Januari, kawasan tersebut dihebohkan dengan pemberitaan terkait virus corona yang membuat banyak orang meninggal dunia. Beruntung, pemerintah Tiongkok langsung memberikan tanggap cepat. "Sebelumnya, kami masih bisa pergi keluar meski menggunakan masker," kata dia.

Namun, ketika tanggal 10 Januari 2020, pemerintah setempat langsung menutup segala akses. Mulai dari transportasi hingga pembatasan warga untuk keluar dari tempat tinggalnya.

"Itu langsung di locked down sama pemerintah sana. Kami nggak boleh keluar rumah dan dikirim makanan dari pemerintah dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)," jelas gadis berusia 24 tahun ini.

Selama masa locked down tersebut, pemerintah Tiongkok tidak mengizinkan siapapun mengakses media sosial. Sebab, dikhawatirkan akan membuat keresahan baru. "Waktu disana memang kami tidak boleh update status maupun mengakses media sosial juga," kata dia.

Selama masa locked down, Nita dan teman-temannya yang berasal dari Indonesia menghabiskan waktu di dalam apartemen. "Saya biasanya main gitar dan beraktifitas seperti biasa. Apalagi, disana lagi musim dingin juga. Kami juga harus selalu update tentang kondisi kesehatan juga," ujar dia terkekeh.

Kemudian, ia mendapat kabar dari temannya bahwa ia dan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya akan dipulangkan kembali ke Indonesia.

"Saya tidak tahu kalau akan dipulangkan (oleh pemerintah Indonesia). Tahunya ya ketika diberi kabar sama teman. Kalau saya mau pulang. Rasanya seneng aja," jelas perempuan yang mengambil S2 Bahasa Mandarin di Central China Normal


BERITA TERKAIT