Gunakan Wanita untuk Cari Mangsa, Ngaku Polisi Ternyata Modus Kejahatan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Gunakan Wanita untuk Cari Mangsa, Ngaku Polisi Ternyata Modus Kejahatan

  • 2020-02-19
  • Editor :junaedi
  • dibaca :513
Gunakan Wanita untuk Cari Mangsa, Ngaku Polisi Ternyata Modus Kejahatan Tersangka perampasan motor dan wanita yang jadi mangsanya yang diringkus polisi.(ipunk)

Klikapa.com -Mengaku anggota Polisi dan melakukan perampasan motor, seorang  pria  berinisial SZ, 29, warga Jalan Gapura, Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, ditangkap petugas Polresta Malang Kota. 

Selain SZ, polisi juga meringkus  MS, MLA, dan DS kerena dianggap ikut terlibat dalam praktik kejahatan tersangka.

Namun saat diperiksa polisi,  SZ berdalih melakukan pemerasan karena kesal dengan YAM. Sebab, YAM telah mengajak MLA, 20 warga Bandulan, Kota Malang ke sebuah villa.  MLA merupakan pacar SZ.

"Saya ingin berikan pelajaran ke dia. Soalnya, pacar saya diajak ke villa terus," kilah SZ.

Peristiwa ini bermula saat korban YAM kenalan dengan MLA melalui media sosial dan berlanjut berkomunikasi melalui WhatsApp (WA). 

“Kemudian korban mengajak tersangka MLA untuk ketemuan,” jelasnya  Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, ketika merilis kasus ini, Rabu (19/2).

Ternyata tersangka SZ yang membalas komukasi antara korban dan tersangka MLA. Selanjutnya, tersangka mengajak korban untuk bertemu di tanah kosong di kawasan Bandulan, Kota Malang. 

“Lalu tersangka SZ mengajak tersangka lainnya D dan MS untuk menyergap korban,” jelasnya.

Saat itu, MS bertugas mengawasi daerah sekitar. Sedangkan D dan SZ pura-pura menjadi anggota polisi dari Polsek Dau. SZ menodongkan dan memukulkan pistol  mainan ke helm yang dikenakan korban. 


Sementara tersangka D menjegal korban sehingga jatuh tengkurap.


“Saat korban terjatuh, dua tersangka merampas kunci kontak motor, ponsel dan helm korban. Setelah itu para tersangka melarikan diri meninggalkan korbannya,” jelasnya.


Setelah itu para tersangka menjual motor Honda Beat milik korban kepada DS seharga Rp 1,2 juta. Sedangkan ponsel korban dan helm milik korban dijual secara online seharga Rp 650 ribu.


Atas perbuatannya itu, SZ, MLA dan MS dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. 

"Sementara, tersangka DS dikenakan pasal 480 KUHP dengan acaman hukuman penjara empat tahun," tandas dia.(tea/jon)


BERITA TERKAIT