Pabrik Obat Kuat Ilegal Digrebek Poda Jatim | Berita Terbaru Hari ini

Close

Pabrik Obat Kuat Ilegal Digrebek Poda Jatim

  • 2020-02-24
  • Editor :junaedi
  • dibaca :516
Pabrik Obat Kuat Ilegal Digrebek Poda Jatim Pabrik obat ilegal digrebek lokasi pembuatan obat kuat berbahaya di Surabaya.(dok.viva)

Klikapa.com -Polda Jatim membongkar dan sekaligus menggrebek salah satu tempat usaha yang diduga memproduksi obat-obatan ilegal. Salah satu hasil prosuksinya adalah obat kuat. Tempat usaha yang digrebek itu di kompleks Perumahan Babadan Pilang, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, Senin (24/2/2020).

Saat penggrebekan itu, polisi juga mengamankan satu orang berinisial C. Termasuk puluhan kardus berisi macam-macam obat, dan peralatan produksi. Barang bukti itu kemudian disita.

Penggerebekan yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba itu dilakukan di dua rumah di lokasi yang digerebek.

Satu rumah bernomor H1-18 yang dipakai pelaku sebagai gudang, sementara rumah kedua bernomor G1-11 digunakan pelaku sebagai tempat produksi. Dua rumah itu berada di Babadan Pilang Selatan, berlokasi di paling ujung kawasan perumahan dan jauh dari jalan raya.

Saat penggerebekan itu, polisi terlihat sangat rinci untuk mendata dan mengumpulkan barang bukti di rumah yang digunakan pelaku sebagai gudang. Di sana, puluhan kardus berisi obatan-obatan beragam merek tersimpan. 

Di antaranya obat bermerek Gatot Kaca. Ada juga alat permainan seks berbentuk kelamin laki-laki.

Direktur Reskoba Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Cornelis M Simanjuntak mengatakan home industry itu dikerjakan pelaku selama dua tahun terakhir, tanpa mengantongi izin.

"Pelaku pernah bekerja di pabrik obat-obatan di Jawa Tengah, dua tahun terakhir pindah ke Surabaya kemudian membuat usaha sendiri," ujarnya di lokasi.

Obat-obatan yang diproduksi pelaku diduga kuat mengandung zat membahayakan bagi pengguna. Cornelis menyebut contoh obat kejantanan pria. Pelaku, kata dia, meracik sendiri bubuk herbal dengan bubuk sildenafil dengan takaran sendiri. Bubuk sildenafil ialah obat untuk disfungsi ereksi.

"Sildenafil ini yang berpotensi menyebabkan sakit jantung," katanya.

Pelaku, papar Cornelis, menjual produk-produk ilegalnya di Jawa Timur. Ia memasarkannya dengan harga Rp3 juta-Rp4 juta per kotak berisi tiga puluh bungkus. Setiap bulan, pelaku memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp15 juta.

"Kami masih kembangkan kasus ini," katanya.


BERITA TERKAIT