Komet Atlas Melintas di Langit Indonesia | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Komet Atlas Melintas di Langit Indonesia

  • 09-04-2020
  • Editor :goly
  • dibaca :29769
Komet Atlas Melintas di Langit Indonesia Ilustrasi Komet Atlas

KLIKAPA.com - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) mengatakan, masyarakat bisa mengamati fenomena Komet Atlas yang akan melintas di langit utara Indonesia. Fenomena alam tentu bisa menjadi hiburan bagi masyarakat di kala Pembatasan Sektor Berskala Besar (PSBB) untuk menekan virus corona Covid-19.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menjelaskan mulai malam ini (9/4/2020) masyarakat Indonesia bisa mengamati Komet Atlas di langit utara pada pukul 18.00 hingga 23.00 WIB. Masyarakat membutuhkan teleskop agar bisa mengamati fenomena alam ini.
"Bisa dilihat di langit sebelah  utara malam ini, tetapi harus dengan teleskop karena masih sangat redup. Komet bisa dilihat Malam ini dan beberapa malam berikutnya. Setiap malam bergeser. Lokasi di langit utara untuk malam ini," kata Thomas , Kamis (9/4).

Thomas mengatakan komet bisa terus diamati selama sepekan ke depan. Akan tetapi, ada kemungkinan bahwa komet akan hancur sehingga akan membuat komet tak terlihat lebih awal.
Astronom dari Unversitas Maryland, Amerika Serikat mengatakan komet kemungkinan bisa hancur.
Kami melaporkan kemungkinan disintegrasi komet C / 2019 Y4 (Atlas). Gambar yang diambil pada (5 April) menunjukkan pseudo-nucleus memanjang," ujar para Astronom.

Atlas dinamai pertama kali 28 Desember. Komet itu berubah menjadi terang dengan cepat pada bulan Maret. Hal ini menarik bagi para astronom yang berharap komet bisa seterang Venus, sehingga diamati di siang hari.
Dilansir dari CNET, komet memang terkenal sulit diprediksi. Saat mendekati matahari, panas dan radiasi dari bintang  dapat menimbulkan kerusakan serius yang bisa menghancurkan komet.
Observasi terbaru ini menunjukkan Atlas tak akan lagi bisa diamati  pada Mei 2020 karena sudah hancur. Akan tetapi, para astronom mengatakan terlalu dini untuk memprediksi kehancuran Atlas. (dtk)


BERITA TERKAIT