Kali Pertama, Polres Malang Kota Ringkus Bandar Narkoba Jenis Pil Happy Five | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kali Pertama, Polres Malang Kota Ringkus Bandar Narkoba Jenis Pil Happy Five

  • 06-05-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2439
Kali Pertama, Polres Malang Kota Ringkus Bandar Narkoba Jenis Pil Happy Five Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menunjukkan barang bukti dan tersangka narkotika ekstasi dan Happy Five.(ist)

Klikapa.com -Polres Malang kali pertma membongkar jaringan narkotika jenis jenis happy five di Kota Malang. Satu tersangka yang diduga seorang bandar dan sekaligus mengedarnya di tangkap.

"Mayoritas barang bukti yang kami dapat ineks biasa. Pertama kalinya kami dapatkan pil ineks jenis happy five. Biasanya ini banyak ditemukan di diskotik Surabaya," kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata,  ketika merilis kasusnya, Rabu (6/5/2020).

Penangkapan bandar sekaligus kurir pil happy five ini berawal dari penangkan pelaku berinisial ABN, 34, warga Jalan Garuda, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang . Tersangka ini diciduk di rumahnya.

"ABN ini diketahui sebagai bandar. ABN ini adalah residivis bebas dari penjara tahun 2019 lalu. Dari penangkapan ABN ini dikembangkan oleh petugas," terang Leo.

Dari pengembangan itu, lanjut Leo, didapati nama tersangka lain yakni pelaku berinisial UCK, 27, warga Jalan Raya Candi, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

"Kita menemukan barang bukti 3 ons sabu dan 137 strip (1.370 butir) pil ineks jenis happy five. Barang itu diterima UCK dari ABN pada 24 April di Jalan Raya Candi, Karangbesuki dengan sistem ranjau," beber mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Menurut alumni AKPOL 1997 ini, pelaku menjual sabu dengan Rp 900 ribu per gram, sedangkan psikotropika pil happy five dijual Rp 600 ribu untuk satu strip atau 10 butir.

"UCK mendapatkan bagian Rp 3 juta dari ABN untuk 1 ons sabu. Mereka melakukan semenjak bulan Februari 2020, kedua tersangka sudah kami tahan. Motifnya mencari keuntungan dan kami kembangkan lagi, barang ini di dapat dimana," tegasnya.

Kedua pelaku dijerat Pasal 112 (2) dan 114 (2) Juncto Pasal 132 (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 62 juncto Pasal 71 UU No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.
 


BERITA TERKAIT