IDI Sebut Indonesia Belum Pada Puncak Pademi Covid-19 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

IDI Sebut Indonesia Belum Pada Puncak Pademi Covid-19

  • 25-05-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2298
IDI Sebut Indonesia Belum Pada Puncak Pademi Covid-19 ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Tingginya jumlah penambahan pasien Corona atau Covid-19 di RI sepekan terakhir menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Moh Adib Khumaidi bukan karena sudah memasuki puncak pandemi Covid-19. Ia menilai itu karena masifnya pemeriksaan sampel atau spesimen.

"Penambahan kasus baru tergantung dengan kecepatan pemeriksaan spesimen yang yang dilakukan pemeriksaan rapid test masif PCR swab," kata Adib yang dikutip okezone, Senin (25/5/2020).

Menurut dia, Indonesia belum memasuki puncak pandemi corona meski, pada Kamis dan Sabtu, ada penambahan kasus baru positif Covid-19 cukup signifikan yakni hampir 1.000 orang per hari. Per Minggu kemarin, jumlah kasus positif corona di Indonesia sudah 22.271 orang.

Menurutnya kemampuan pemeriksaan sangat memengaruhi apakah kita sudah memasuki puncak pandemi atau tidak. 

"Hal inilah yang menjadi indikator bahwa kita belum mencapai puncaknya pandemi Covid-19 di Indonesia," tuturnya.

Adib menilai bahwa pemeriksaan corona seperti lewat rapid test belum maksimal dilakukan di Indonesia.

Adib menyadari, banyak kendala yang dihadapi pemerintah untuk melaksanakan pemeriksaan secara cepat, mulai dari letak geografis negara terlalu luas hingga sarana pendukung seperti minimnya reagen.

Padahal kata dia, kecepatan testing pemeriksaan dan hasil yang massal menjadi prioritas yang harus dilakukan.

"Sekaligus strategi sasaran utama prioritas pemeriksaan PCR dengan memprioritaskan pada ODP, OTG dan PDP dan kontak tracing supaya kita segera bisa mencapai puncak Pandemi Covid-19," jelasnya.

Adib meminta agar pemerintah juga memperkuat strategi isolasi, karantina dan treatment dengan meningkatkan kapasitas, kemampuan fasilitas kesehatan dalam identifikasi, isolasi dan perawatan .

"Dan harus ditunjang sarana prasarana seperi ICU dan ventilator serta APD untuk tenaga medis," tandasnya.
 


BERITA TERKAIT