Tak Praktis. Aturan Putar Balik di Tol Pandaan - Malang Dikeluhkan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tak Praktis. Aturan Putar Balik di Tol Pandaan - Malang Dikeluhkan

  • 27-05-2020 penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2463
Tak Praktis. Aturan Putar Balik di Tol Pandaan - Malang Dikeluhkan Aturan putar balik dikeluhkan karena tidak efisien.

Klikapa.com -Aturan putar balik di jalan tol Pandaan - Malang dikeluhkan pengguna jalan tol. Pasalnya, aturan putar balik itu dianggap menjadi tidak efisien dan cenderung menyusahkan pengguna jalan.


''Kalau memang tidak ada chek poin di rest area Singosari, mustikan kan kendaraan dari Surabaya tidak sudah diarahkan keluar di eksit Lawang. Kenapa harus dilanjutkan ke Singosari kemudian diputar balik ke Lawang. Ini sangat tidak efekti,'' turu Narko yang megneluhkan aturan di jalan tol yang Rabu (27/5/2020) baru hari ini diterapkan.

Puluhan kendaraan dari Surabaya ke Malang memang harus putar balik saat melintas Chek Point Posko Mudik Terpadu rest area Tol Singosari. Termasuk kendaraan dengan nopol Malang. Petugas chek point melarang kendaraan melanjutkan perjalanan ke Malang lewat tol. 


Aturan inipun membuat sejumlah pengendara mengeluh. Karena aturan putar balik baru kali ini dilakukan. Sebelumnya petugas chek point terlebih dahulu memeriksa kendaraan dari luar kota, baru kemudian meminta balik kanan ketika pengendara atau penumpang tidak memiliki alasan yang jelas. 


Ketentuan putar balik setelah sampai di wilayah Singosari dan kembali ke eksit tol lawang ini dibenarkan Kapolres Malang AKBPD Hendri Umar. Ia berdalih itu merupakan upaya pembatasan kendaraan masuk wilayah Kabupaten Malang. 


“Sebelumnya memang dilakukan pemeriksaan untuk kendaraan yang akan masuk. Tapi hari ini kami membatasi kendaraan yang masuk ke Malang dan meminta pengendara langsung balik kanan dalam rangka penerapan PSBB,’’ terang Hendri Umar. 


Evaluasi dari aturan tersebut, diakui memang kurang berhasil. Karena banyak warga yang protes. Padahal jauh hari sebelumnya, sudah dilakukan sosialisasi kendaraan dari luar daerah tidak boleh masuk Malang. 

“Tetapi mungkin sosialisasinya kurang lama, sehingga banyak masyarakat kurang paham,’’ ucapnya. 


Karenanya, Hendri mengatakan siap melakukan sosialisasi terkait dengan pembatasan kendaraan masuk Malang. 


“Kenapa kami menerapkan pembatasan kendaraan, karena angka kasus Covid-19 terus meningkat.


BERITA TERKAIT