Wali Kota Malang: PSBB Berakhir Tak Ada Euforia Ditempat Umum Wajib Masker | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Wali Kota Malang: PSBB Berakhir Tak Ada Euforia Ditempat Umum Wajib Masker

Wali Kota Malang: PSBB Berakhir Tak Ada Euforia Ditempat Umum Wajib Masker Wali Kota Malang Sutiaji (tegah) saat bertemu dengan sejumlah pengusaha di Malang.

Klikapa.com -Usai PSBB berakhir, aktivitas masyarakat sudah dapat berjalan normal. Akan tetapi tidak se normal biasanya. Utamanya jika hendak pergi ke tempat umum, seperti mall dan pusat perbelanjaan. Siapapun yang tidak mengenakan masker akan diminta tidak masuk ke tempat tersebut. 

Hal ini ditegaskan Wali Kota Malang Sutiaji di Balai Kota Malang, Jumat (29/5). 

Dia juga menekankan dalam peraturan wali kota (Perwal) yang masih berupa draft ini aturan tersebut menjadi kewajiban. Baik bagi pengunjung maupun pedagang atau pengelola usaha. 

"Ya, jadi kita menyebut Perwal ini adalah Perwal Pedoman Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Kita tidak nyebut Perwal transisi New Normal karena tidak mau ada euforia dan terkesan longgar lagi. Di sini salah satunya semua wajib mengenakan masker setelah PSBB selesai," tegas Sutiaji.

Draft Perwal Pedoman Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 ini memiliki beberapa klaster aturan. Salah satunya klaster dunia usaha yang nantinya akan mewajibkan prasarana tempat cuci tangan, thermo gun dan hand sanitizer. Khususnya mall dan pusat perbelanjaan besar.

Tidak hanya itu, aktivitas yang juga wajib dilakukan pengelola usaha adalah melakukan pengecekan suhu tubuh bagi pegawai, pemilik tenant dan pengunjung. Selain itu juga penyemprotan disinfektan secara berkala. 

"Lalu semua tempat usaha wajib mengumumkan kapasitas tempat usaha secara terbuka termasuk mall yang di dalamnya ada tenant-tenantnya," tegas Sutiaji. 

Sementara itu Sekda Kota Malang Wasto menekankan pegawai dan pengunjung tempat usaha wajib mengenakan masker. Jika ada yang tidak bermasker maka dilarang masuk. Kemudian tempat usaha yang belum bisa memenuhi syarat-syarar protokol aman Covid-19 ini tidak diperkenankan buka. 

"Pemkot dapat melakukan evaluasi jika ada pelanggaran protokol kemudian jika ada transmisi penularan Covid-19 maka bisa ditutup," pungkas Wasto. (ica/jon)


BERITA TERKAIT