PSBP, Pembayar Denda Tilang Jadi Sepi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

PSBP, Pembayar Denda Tilang Jadi Sepi

PSBP, Pembayar Denda Tilang Jadi Sepi Suasana bayar denda tilang sebelum merebak kasus Covid-19

Klikapa.com -Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan physical distancing bukan menjadi alasan untuk tidak membayar denda tilang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang masih memberlakukan pembayaran denda tilang via Kantor Pos. 

Jaksa pengurus tilang Denny Trisnasari menjelaskan, sudah dua bulan ini pelayanan pembayaran denda tilang tidak beroperasi. Namun, hal ini bukan berarti warga yang terkena tilang lantas tidak membayarkan dendanya. 

"Memang sudah dua bulan kami tidak membuka pelayanan pembayaran denda tilang. Tapi, seharusnya masyarakat tetap membayar tilangnya. Pembayaran denda tilang melalui Kantor Pos masih tetap bisa dilakukan," tegas Denny Trisnasari, Jumat (29/5/2020).

Denny menegaskan, pembayaran via Kantor Pos masih dapat digunakan seperti biasa dengan biaya administrasi sebesar Rp. 20 ribu. Sebelum adanya pandemi Covid-19, Denny mengakui tiap minggunya mencapai ratusan warga yang membayar tilang. 

"Sayangnya ya semakin ke sini, warga yang membayar jadi semakin sedikit. Kemarin bahkan hanya satu orang yang membayar, hari ini ada dua orang. Selama ini, terbanyak itu akhir Maret lalu, sempat satu hari ada 25 orang," tuturnya.

Salah satu faktor lain yang menyebabkan menurunnya angka pembayar denda tilang, diakui Denny karena operasi lalu lintas yang dilakukan oleh pihak berwajib menurun. 

"Faktor lain ya karena pihak berwajib sekarang lebih fokus ke PSBB, jadi yang terkena tilang semakin sedikit. Berkas tilang yang masuk ke kami memang juga semenjak Maret lalu hanya puluhan saja," ungkapnya. 

Lantas, terkait sistem pelayanan pembayaran denda tilang untuk New Normal nanti, Denny mengatakan masih belum ada arahan lebih lanjut. Namun, kemungkinan dari pihak Kejari Malang akan membuka kembali pelayanan langsung pekan depan dengan menerapkan sistem antrean yang berjarak. 

"Kalau untuk New Normal, memang belum ada arahan yang spesifik. Yang jelas, kami akan menerapkan antrean yang berjarak. Tapi, tetap diimbau agar masyarakat menggunakan layanan Kantor Pos untuk membayar denda tilangnya. Enak kalau menggunakan itu,


BERITA TERKAIT