2 Karyawan TVRI Surabaya Meninggal karena Covid-19 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

2 Karyawan TVRI Surabaya Meninggal karena Covid-19

  • 13-07-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1125
2 Karyawan TVRI Surabaya Meninggal karena Covid-19 Kantor TVRI Jatim.(ist)

Klikapa.com -Dua karyawan TVRI Stasiun Jawa Timur meninggal dunia karena virus corona (Covid-19). Hal itu juga dibenarkan Kepala TVRI Jawa Timur, Akbar Sahidi.

Konfirmasi yang disampaikan Akbar Sahidi itu menyusul informasi yang beredar bahwa sejumlah karyawan di tiga media di Surabaya diduga terkonfirmasi positif corona. Rinciannya 54 orang dari RRI, tiga dari Metro TV dan dua dari TVRI Surabaya.

"Jadi memang hari Sabtu (11/7) dan Minggu (12/7) itu ada dua rekan kami yang meninggal dunia, yang satu gejala tifus dan yang satu DBD," kata Akbar seperti dikutip cnnindonesia, Senin (13/7/2020).

Kedua karyawan itu diketahui sehari-harinya beraktivitas di dalam kantor. Akbar mengaku keuanya telah menjalani perawatan di rumah sakit, mereka juga sudah menjalani pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR).

Namun, belum sempat hasil tes swab itu keluar, keduanya ternyata meninggal dunia. Mereka pun dimakamkan sesuai dengan protokol pemakaman pasien Covid-19.

"Mereka dimakamkan dengan proses Covid-19. Kami belum mendapatkan hasil tes swab PCR keduanya, karena keluarga yang tahu," ujar Akbar.

Sebelum keduanya meninggal, pihak TVRI juga telah melakukan rapid test massal terhadap 180 karyawannya. Dan hasilnya enam orang dinyatakan reaktif.

"Enam orang reaktif ini, sudah kami lakukan swab. Dan belum turun hasilnya, masih isolasi mandiri," kata.

Guna memastikan kondisi semua karyawan TVRI Surabaya dalam keadaan baik, pihaknya pun telah mengajukan ke manajemen agar seluruh pegawai difasilitasi tes swab.

"Ini kan sudah dua korban, saya sudah sampaikan pihak manajemen, supaya untuk memastikan kita baik-baik saja, kita harus lanjut dengan swab, konfirmasi dengan gugus tugas," ujarnya.

TVRI Surabaya telah menutup sementara kantornya hingga dua pekan ke depan. Selain itu pihaknya juga sudah melakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan.

"Kita lockdown mulai hari ini sampai 27 Juli. Selama itu kita tidak produksi apa-apa, kita hanya siarkan re-lay dari Jakarta. Total, tidak ada operasional


BERITA TERKAIT