Covid-19 Terus Naik, Pemkot Malang segera Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Covid-19 Terus Naik, Pemkot Malang segera Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Covid-19 Terus Naik, Pemkot Malang segera Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan ilustrasi pemakaian masker menjadi sasaran penegakan protokol kesehatan.(ipung)

Klikapa.com -Pemkot Malang bakal terapkan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Sanksi itu akan diberikan baik yang tidak mengenakan masker dan protokol kesehatan lainnya.


Sanksi itu sesuai peraturan wali kota (Perwal) No. 19 Tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 yang tengah dilakukan revisi. 


Wali Kota Malang Sutiaji  menjelaskan, sanksi harus dilakukan mengingat kasus konfirm positif Covid-19 di Kota Malang terus meningkat. 


“Saya sudah minta ke Pak Sekda (Sekretaris daerah) untuk merivisi perwal No 19. Kita sesuaikan juga dengan Inpres No 6 dari pusat yang menjelaskan sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan,” kata Sutiaji, Senin (10/8/2020).


Inpres No 6 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Inpres tersebut mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. 


Sanksi dapat berupa teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial, denda administratif, hingga penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha.


Selain karena inpres ini, Pemkot Malang merasa perlu untuk peraturan tambahan untuk pengendalian kasus Covid-19 di daerah yang memuat sanksi lebih tegas. 


“Ada punishment dan lainnya. Bagaimana protokol detailnya. Orang yang nanti tidak mentaati protokol kesehatan akan ada punishment. Nanti kita atur dalam Perwal itu,” terang Sutiaji. 


Sutiaji menegaskan kasus-kasus baru (covid-19) muncul dikarenakan kesadaran masyarakat yang makin tinggi. Begitu pula dengan pola tracing, hingga treatment yang makin besar. 


Mereka yang positif berasal dari kalangan PDP yang sebelumnya sudah dirawat beberapa waktu. Kemudian berbarengan keluar hasil swab test nya.


“Hingga saat ini kapasitas bed dari total 7 RS rujukan pasien Covid-19 di Kota Malang masih ada. Masih tersedia 47 bed. Tapi kalau RSI Asyiyah sudah penuh, RSI Unisma juga sudah penuh,” tegas alumnus Fakultas Tarbiyah (FT) IAIN Malang ini. (ica/aim)
 


BERITA TERKAIT