Dirugikan Oleh Proyek Kayutangan Haritage, Puluhan Warga Minta Konpensasi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Dirugikan Oleh Proyek Kayutangan Haritage, Puluhan Warga Minta Konpensasi

Dirugikan Oleh Proyek Kayutangan Haritage, Puluhan Warga Minta Konpensasi Puluhan warga yang mengadu di DPRD Kota Malang kemarin curhat pendapatan mereka menurun hingga 80 persen.

Klikapa.com -Pembangunan proyek Malang Heritage di kawasan Kayutangan membuat warga sekitar mulai gerah. Puluhan warga yang bekerja di koridor Kayutangan mengadu ke DPRD Kota Malang, Kamis (26/11/2020). Mereka menuntut kompensasi lantaran dirugikan akibat penutupan Jalan Basuki Rahmat. 

Warga yang mengadu wakil rakyat itu sebanyak 42 orang. Mereka mengaku mewakili warga yang menjadi korban pembangunan sejak Kayutangan ditutup 9 November 2020 lalu. 

Kedatangan warga itu bersamaan usai sidang paripurna persetujuan APBD 2021. 

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menemui  mereka. Satu per satu warga curhat dan meminta solusi dari Pemkot Malang. 

Koordinator pekerja kawasan Kayutangan Ulfiyah menjelaskan terdapat 72 warga yang bekerja di Kayutangan. Penghasilan mereka menurun signifikan. 

“Penurunan penghasilan rata-rata 80 persen,” curhatnya. 

Ulfiyah merupakan juru parkir (jukir) di sekitar Jalan Basuki Rahmat. “Biasanya pendapatan saya Rp 3 juta sebulan. Sekarang turun drastis 80 persen sejak Kayutangan ditutup,” sambung perempuan yang tinggal di salah satu gang di Kayutangan ini.  

Tidak hanya jukir, warga lain yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang toko kelontong, PKL hingga usaha kecil seperti bengkel juga mengeluh kehilangan pendapatan. 

Karena terdampak proyek, Ulfiyah menjelaskan kompensasi yang dituntut warga berkaitan dengan penghasilan yang hilang. Ia berharap bisa dipenuhi Pemkot Malang karena kebanyakan pekerja yang terdampak sudah bekerja puluhan tahun di sekitar Kayutangan. 

“Jadi misalnya seperti jukir, bisa hilang Rp 3 juta sebulan, ya itu nilai kompensasi yang kita minta. Saya dan teman-teman ini rata-rata sudah 30 tahun mencari nafkah di Kayutangan, tiba-tiba seperti ini,” kata Ulfa, sapaan akrab Ulfiyah. 

Selain meminta kompensasi,  puluhan pekerja di Kayutangan ini meminta penjelasan detail konsep kedepan koridor Kayutangan. Sebab mereka mengaku tak pernah mendapatkan sosialisasi darimanapun soal pembangunan Koridor Kayutangan. 

Desakan itu lantaran warga khawatir tak bisa lagi bekerja di kawasan Kayutangan


BERITA TERKAIT