Polisi Ungkap Pembunuhan Remaja Kalipare | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polisi Ungkap Pembunuhan Remaja Kalipare

Polisi Ungkap Pembunuhan Remaja Kalipare Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar ketika berbincang dengan tersangka pembunuh remaja Kalipare, Kabupaten Malang.(ist)

Klikapa.com -Polres Malang berhasil mengungkap kasus tewasnya remaja bernama Adit Pratama,14,  di ladang dekat rumahnya di Kampung Baru, Sukowilangun, Kalipare, Kabupaten Malang. Ia diketahui menjadi korban pembunuhan setelah 5 hari hilang.

Menurut Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, setelah hasil autopsi keluar dan memeriksa sejumlah saksi, pelaku pembunuhan terhadap Adit terungkap. Pelaku tidak lain adalah Santoso,20, warga Dusun Tawang, Desa Sukowilangun. Yang tidak lain masih teman korban.

Pengakuan tersangka kepada polisi, kata Hendri, karena dipicu rasa sakit hati. Pelaku merasa selalu menjadi ejekan korban.

"Pelaku mengaku sakit hati karena diejek korban. Pelaku disebut sebagai orang miskin yang tidak bisa membeli handphone," terang Hendri, kepada media Selasa (1/12/2020).

nmp

Korban Adit Pratama (kiri) dilaporkan raib sejak Kamis (26/11) malam. Jenazah korban saat dibawa ke kamar mayat RSSA Malang

Hendri menjelaskan, pelaku membunuh korban dengan cara mencekik lehernya. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (27/11/2020) malam. Ketika itu, pelaku dan korban sedang ngopi di sebuah warung kopi Pasar Peteng, wilayah setempat.

"Usai diejek korban, pelaku marah. Untuk memuluskan rencana pembunuhan. Sekitar pukul 3.00 Wib pelaku mengajak korban ke tempat yang sepi dan mencekik korban sampai pingsan," terangnya.

Setelah sempat pingsan, selang beberapa menit korban sadar dan mencoba menyelamatkan diri. Melihat itu pelaku mengejar korban hingga ke perkebunan singkong, tempat mayat korban ditemukan.

"Di kebun itu korban kembali dicekik pelaku hingga kehabisan nafas dan meninggal. Pelaku sempat menunggui korban selama dua jam. Setelah korban dipastikan meninggal, pelaku menutup mayat korban dengan daun singkong dan mengambil handphone korban," beber Hendri.

Kepada petugas, pelaku mengakui dirinya sakit hati dan tidak bisa mengendalikan emosinya. Menurutnya saat ngopi itu korban sempat memamerkan handphone yang dibelinya mahal.

"Kamu apa mampu beli, kamu kan orang miskin. Itu yang membuat saya emosi," ucap pelaku menirukan ucapan korban sebelum pembunuhan.

Atas perbuatannya


BERITA TERKAIT