Korban Terakhir Longsor Nganjuk Ditemukan. Total Korban 19 Meninggal 2 Luka Berat | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Korban Terakhir Longsor Nganjuk Ditemukan. Total Korban 19 Meninggal 2 Luka Berat

  • 19-02-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4287
Korban Terakhir Longsor Nganjuk Ditemukan. Total Korban 19 Meninggal 2 Luka Berat Petugas SAR Gabungan saat mengevakuasi korban terakhir akibat tanah longsor di Nganjuk .(dok.antara)

Klikapa.com -Tim SAR Gabungan  berhasil menemukan satu jenazah terakhir korban longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (19/2/2021). Dengan temuan itu, makan seluruh korban telah ditemukan jumlahnya 21 orang., 19 meninggal dan 2 orang selamat.

Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna mengatakan satu korban itu ditemukan di sektor A bagian utara, pukul 08.46 WIB. Korban yang ditemukan diketahui berjenis kelamin laki-laki.

"Korban meninggal yang dievakuasi terakhir adalah Darimun, laki-laki berusia 80 tahun," ujar Wayan dalam keterangan tertulisnya kepada media.

Dengan temuan satu jenazah ini, lanjutnya dia, jumlah total 21 korban yang sebelumnya dinyatakan hilang kini genap sudah ditemukan. Rinciannya 19 korban meninggal dan 2 korban selamat dengan luka-luka berat.

Wayan mengatakan dengan temuan ini, pencarian korban longsor Nganjuk, tuntas pada hari keenam dan pencarian segera dihentikan.

"Operasi pencarian korban yang hilang tuntas pada hari keenam," ucapnya.

Tanah longsor terjadi di Dusun Selopuro, Ngetos, Nganjuk, Jatim, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut Minggu (14/2) petang.

Dari kejadian itu, 14 warga berhasil menyelamatkan diri, mereka menderita luka ringan. Namun ada 21 warga lainnya dinyatakan hilang.

Selain korban jiwa, longsor ini pun mengakibatkan 8 rumah rusak berat, 147 warga juga mengungsi ke gedung sekolah dasar di Desa Ngetos.

Puluhan pengungsi korban longsor Nganjuk juga sempat mengalami keracunan massal pada Kamis (18/2) malam.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk, Nafhan mengatakan sejumlah warga mengalami gejala muntah, mual, pusing dan diare. Ia menduga puluhan warga tersebut keracunan karena menyantap makanan ringan dari sumbangan donatur.
 


BERITA TERKAIT