Waduh..Perkosaan Siswa SMP Dilakukan Sejak Umur Lima Tahun

  • 2016-05-14
  • Editor :junaedi
  • dibaca :20537
Waduh..Perkosaan Siswa SMP Dilakukan Sejak Umur Lima Tahun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) mendengarkan keterangan MI, salah satu pelaku yang masih SD, di Mapolrestabes Surabaya kemarin. (jawapos)

SURABAYA - Terbongkarnya kasus pemerkosaan yang dilakukan anak-anak di bawah umur oleh Polrestabes Surabaya benar-benar membuat orang tua miris. Pasalnya, korban dan pelakunya sama-sama masih duduk di kelas 1 SMP dan bahkan ada yang masih duduk di banguk SD.

Lebih dari itu, perkosaan yang karena sudah sering terjadi, korbannya pun tidak segan-segan meminta sendiri kepada para pelakunya melakukan hal tak senonok itu. Bunga (bukan nama sebenarnya) seperti sudah ketagihan.  

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos (induk klikapa) pencabulan itu awalnya dilakukan salah satu pelaku AS, 14 sejak 9 tahun lalu.

Waktu itu AS berusia 5 tahun dan Bunga masih 4 tahun. Tindak asusila itu kali pertama dilakukan di balai RW dekat rumah mereka. Aksi tersebut terus dilakukan setiap hari.

Bahkan, menginjak kelas VI SD, tersangka AS juga mencekoki Bunga dengan pil narkoba Double L sampai Bunga ketagihan obat terlarang itu hingga kini.

Saking ketagihannya, Bunga beberapa kali rela disetubuhi AS hanya demi mendapatkan pil Double L. Parahnya, sejak April lalu, AS mengajak tujuh pelaku lain untuk menyetubuhi Bunga.

Tidak berhenti di situ, Bunga yang sudah ketagihan tidak jarang meminta sendiri kepada para tersangka untuk mencabuli dirinya.

Beberapa sumber di kepolisian membenarkan bahwa Bunga pernah meminta langsung kepada para tersangka untuk disetubuhi.

Dari keterangan yang dihimpun, gadis yang sehari-hari membantu neneknya bekerja membersihkan pemakaman di Ngagel itu rela membelikan rokok dan es bagi para pelaku sebagai bayaran untuk menyetubuhi dirinya.

Lokasi yang kerap dipilih adalah sepanjang rel kereta api Ngagel. Suasana sepi serta jauh dari pantauan membuat para tersangka dan korban bebas melakukan persetubuhan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Iman Sumantri menegaskan, pemeriksaan terhadap para tersangka pencabulan itu masih bisa terus berkembang dan akan ditindaklanjuti.

Untuk kasus pidanannya, polisi dengan tiga melati di pundak itu menjelaskan, ada undang-undang khusus yang diberlakukan untuk

Berita Terkait

Baca Juga