700 Bangunan di Kota Malang Sedang Diteliti untuk Ditetapkan sebagai Cagar Budaya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

700 Bangunan di Kota Malang Sedang Diteliti untuk Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

700 Bangunan di Kota Malang Sedang Diteliti untuk Ditetapkan sebagai Cagar Budaya bangunan Rajabali yang ada di perepatan Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang yang sedang diusulkan menjadi cagar bdaya.(firman)

Klikapa.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menargetkan 40 Obyek Diduga Cagar Budaya  (ODCB) dapat ditetapkan menjadi cagar budaya pada tahun ini. Di ktoa ini saat ini sudah ada 32 bangunan yang resmi ditetapkan sebagai cagar budaya. 

"Di Kota Malang ini ada 755 ODCB. Yang sudah ditetapkan menjadi cagar budaya baru 32 objek. Target kita tahun ini ada sekitar 40 ODCB yang bakal kita tetapkan oleh wali kota sebagai cagar budaya," terang Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Dian Kuntari, Selasa (16/3).

Dari ratusan ODCB tersebut menurutnya, perlu dilakukan kajian secara mendalam. Pihaknya menggandeng Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang untuk menentukan status bangunannya.

"Masih ada 700 sekian objek yang harus dikaji oleh tim ahli. Ini ada di Kota Malang dan pelan-pelan kita naikan statusnya menjadi cagar budaya," ungkapnya.

Lebih jauh Dian mengatakan, pengkajian yang dilakukan tim ahli cagar budaya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk akhirnya ditetapkan menjadi cagar budaya. 

Prosedurnya, dari TACB melakukan kajian mendalam, lalu hasilnya akan diserahkan ke Disdikbud dan setelah dilakukan kajian oleh Disdikbud baru diserahkan kepada wali Kota Malang untuk penetapannya. 

Proses ini pun harus dilakukan secara hati-hati dan menyeluruh agar keputusan atau hasilnya bisa sesuai dengan fakta.

"Ini harus hasil kajian yang mendalam. Memang membutuhkan waktu lama dan harus melihat kemampuan dari tim juga. Kajian mendalam ini harus holistik, tidak boleh parsial," jelasnya.

Sementara untuk pendaftaran bangunan yang bisa ditetapkan menjadi cagar budaya, ada dua jalur yang bisa digunakan, secara manual dan juga digital. Namun, untuk melalui sistem digital sendiri saat ini pihak Disdikbud masih dalam proses pengembangan yang nantinya bisa segera digunakan.

"Masyarakat bisa mendaftarkan temuannya melalui saluran yang masih kami proses saat ini. Kalau manual ya dipersilahkan ke kantor," katanya.

Meski prosesnya memakan waktu lama, Dian optimis penetapan


BERITA TERKAIT