WNI Terlibat Rencana Pembunuhan Mahathir Mohamad | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

WNI Terlibat Rencana Pembunuhan Mahathir Mohamad

  • 27-03-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2862
WNI Terlibat Rencana Pembunuhan Mahathir Mohamad Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.(ist)

Klikapa.com -Seorang warga Indonesia dilaporkan terlibat perencanaan pembunuhan terhadap mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Ia bekerja sama dengan dua warga Malaysia.

Kepala Polisi Malaysia Inspektur Jenderal Tan Sri Abdul Hamid Bador mengatakan ketiga pria itu termasuk di antara enam orang yang ditangkap di Kuala Lumpur, Selangor, Perak dan Penang pada 6 dan 7 Januari 2020 karena terlibat dengan kelompok teroris ISIS.

"Mereka bagian dari sel ISIS yang dibentuk 2019 dan bertujuan untuk mempromosikan ideologi Salafi Jihadi, merekrut anggota baru, dan melancarkan serangan di Malaysia," katanya mengutip The Star, Sabtu (27/3/2021).

Hamid mengatakan penyelidikan mengungkapkan ketiga pria itu mengancam akan membunuh Mahathir dan beberapa anggota kabinetnya karena mereka dipandang sebagai pemerintah sekuler.

"Mereka juga berencana melancarkan serangan di kasino di Dataran Tinggi Genting dan pabrik bir di Lembah Klang," katanya.

Namun begitu, Hamid mengungkapkan orang-orang itu belum sempat mempersiapkan serangannya. "Mereka sebenarnya tidak bisa merencanakan penyerangan, apalagi melakukan persiapan," ujarnya.

Kini ketiga pria tersebut telah diadili dan dihukum berdasarkan Pasal 130B (1) (a) KUHP karena memiliki barang-barang yang berkaitan dengan kelompok teroris atau kegiatan teroris.

Menurut Hamid, tiga orang lainnya yang sebelumnya ditahan dibebaskan atas instruksi Wakil Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya Divisi Kontra-Terorisme Cabang Khusus (E8) Bukit Aman Asst Comm, Azman Omar mengatakan seorang pria yang ditahan polisi telah berencana untuk membunuh sejumlah mantan pemimpin Malaysia.

Para pemimpin ini termasuk Mahathir dan Lim Guan Eng, serta mantan Jaksa Agung Tommy Thomas. Tersangka ditangkap E8 pada Januari bersama dengan lima pria lainnya yang mendukung ISIS.

Azman mengatakan tersangka mengaku ingin melancarkan serangan tunggal terhadap mantan perdana menteri Mahathir Mohamad dan mantan menteri keuangan Lim, Thomas, dan bahkan mantan menteri urusan agama Datuk Seri Dr Mujahid Yusof Rawa.

"Saat diinterogasi, tersangka mengaku berencana menusuk mereka dengan pisau atau benda tajam," ujarnya. Sejauh


BERITA TERKAIT