Pemkab Malang Kebut Bangun Rumah Semipermanen untuk Korban Gempa | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pemkab Malang Kebut Bangun Rumah Semipermanen untuk Korban Gempa

Pemkab Malang Kebut Bangun Rumah Semipermanen untuk Korban Gempa anggota BPBD dan anggota TNI-Polri kerja keras membersihkan puing-puing rumah dampak gempa sebelum dibangun rumah semipermanen.(ipunk)

Klikapa.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengebut bangun rumah semipermanen untuk korban gempa bumi. Targetnya, tahap awal di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo mulai dikerjakan pekan ini. 

Sedangkan untuk wilayah lain, segera dibangun jika para camat di daerah berdampaik segera memberi laporan hasil validasi data warganya yang kehilangan rumah pasca gempa pekan lalu.

Khusus pembangunan rumah semipermanen di Desa Jogomulyan material bangunan berupa pasir, semen dan bahan bangunan lainnya sudah didatangkan di lokasi, Rabu (14/4). 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan tahap awal pengerjaan meratakan tanah. Yang saat ini sedang dikerjakan anggota BPBD berkolaborasi dengan TNI, Polri serta warga melakukan pembersihan puing-puing rumah warga yang ambruk. 

“Sekarang sampai dengan besok masih pembersihan. Jika dua hari selesai, maka Jumat mulai dibangun. Tapi kalau belum bersih maka menunggu sampai lokasi bersih,’’ kaat mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang ini. 

Menurut Wahyu, waktu pembangunan rumah semipermanen estimasinya dua minggu.

“Begitu mulai dibangun, estimasi kami dua minggu selesai, dan bisa ditempati,’’ katanya. 

Jumlah rumah yang dibangun di Desa Jogomulyan, lanjut Wahyu ada 14 unit yang akan dibangun dari rencana sebelumnya 11 unit.  

“Warga yang dibangunkan rumah ini karena rumah mereka betul-betul tidak bisa digunakan lagi atau rusak parah bahkan ada yang ambruk,’’ urai mantan Camat Tajinan ini. 

Menurutnya, rumah yang dibanun itu rinciannya berukuran 4 x 8 meter. Terdiri dari dua kamar tidur, satu dapur, satu kamar mandi dan ruang keluarga. Perkiraan anggarannya sebesar Rp 30 juta per unit.  

“Sebelumnya kami membuat desain satu rumah ukurannya 4 x 6 meter. Tapi Pak Bupati menghendaki ukuran rumah  4 x 8 meter. Gambar atau desainnya sudah jadi, dan sudah kami laporkan kepada Pak Bupati. Beliau setuju,’’ ungkap mantan Kepala Kantor Perumahan Kabupaten Malang ini.
 


BERITA TERKAIT