Matahati Dept Store Angkat Tangan Bangun Pasar Besar Malang, Pemkot Anggarkan Rp 125 Miliar | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Matahati Dept Store Angkat Tangan Bangun Pasar Besar Malang, Pemkot Anggarkan Rp 125 Miliar

Matahati Dept Store Angkat Tangan Bangun Pasar Besar Malang, Pemkot Anggarkan Rp 125 Miliar Pasar Besar Malang.(ist)

Klikapa.com -Matahari Department Store sebagai pihak ketiga pengelola Pasar Besar Malang (PBM) menyerah. Alhasil, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang harus mengeluarkan dana dari APBDnya untuk melakukan renovasi atau revitalisasi.
 
“Matahari sudah angkat tangan. Dia tidak mampu,” kata Wali Kota Malang Sutiaji terkait 
kelanjutan revitalisasi PBM, Kamis (15/4/2021). 

Ikhwal revitalisasi pasar di pusat kota itu sebelumnya sempat menjadi perdebatan Pemkot dan Manajemen Matahari Departement Store. Kedua pihak masih memilah-milah kewajiban dan hak masing-masing untuk merevitalisasi. 

Namun setelah managemen Matahari Dept Store angka tangan, Sutaiji menjelaskan total biaya pembangunan PBM sepenuhnya akan dibebankan pada Pemkot Malang melalui APBD. 

Tidak kesanggupan itu telah disampaikan lewat surat resmi. Isi menyatakan manaemen Matahari Dept. Store tidak mampu jika dibebankan biaya untuk melakukan perbaikan dan pembangunan PBM. 

Karena itu juga, Sutiaji menyebutkan perjanjian kerjasama (PKS) Pemkot Malang dengan Matahari Department Store sudah selesai. Addendum PKS pun sedang disusun. 

Sutiaji menegaskan Matahari Dept Store nantinya tidak lagi memiliki hak yang sama seperti PKS terdahulu.

“Tidak diputus (pemutusan PKS) tapi kan addendum. Ada perubahan dari PKS yang lama. Nanti dia (Matahari Departement Store) jadi penyewa saja,” tegasnya. 

Ikhwal nasib revitalisasi PBM nantinya disebutkan akan dikerjakan konstruksi tahun 2022. Jumlah anggaran pembangunan diperkirakan sekitar Rp 125 miliar. 

Sosialisasi kepada para pedagang pun terus dilakukan. 

“Saya paham jika memang ada kekhawatiran di kalangan pedagang. Tapi kalau lama-lama tidak dibangun kan kasian juga pedagang. Kita tetap komunikasi kok. Pelan-pelan dilakukan,” jelasnya. 
 


BERITA TERKAIT