Tiga SMP Baru di Kota Malang Dibangun Tahun Ini tapi Muridnya Sudah Ada | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tiga SMP Baru di Kota Malang Dibangun Tahun Ini tapi Muridnya Sudah Ada

Tiga SMP Baru di Kota Malang Dibangun Tahun Ini tapi Muridnya Sudah Ada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang Suwarjana.

Klikapa.com -Pemkot Kota Malang akan menambah tiga sekolah menengah pertama (SMP) baru. Tiga gedung sekolah itu dipastikan dibangun tahun  ini dengan anggaran mencari Rp34 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang Suwarjana menjelaskan, tiga sekolah baru ini bakal dibangun di wilayah Mulyorejo, Gadang, dan Polehan. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 34 miliar.  

Rinciannya, SMPN di wilayah Mulyorejo dianggarkan Rp 13 miliar, SMPN wilayah Gadang Rp 12 miliar dan SMPN wilayah Polehan Rp 9 miliar.

Meski gedung ini nantinya diperuntukkan sebagai sekolah baru, namun Suwarjana menyebutkan ketiga gedung sekolah itu sudah memiliki murid. Proses pembelajarannya, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 dilakukan secara daring.

"Saat ini masih proses (pembangunan 3 SMP baru). Yang kami bangun ini sekolah baru, tetapi sudah memiliki murid masing-masing kelas 7 SMP, jalur penerimaan tahun 2020," terangnya, Jumat (16/4/2021).

Pembangunan sekolah ini dilakukan mengingat implementasi zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi siswa yang ingin masuk ke sekolah berbasis negeri di Kota Malang banyak dikeluhkan.

Pasalnya, banyak masyarakat yang merasa kesulitan dalam mendapatkan sekolah sesuai dengan jarak terdekat.

"Seperti di Gadang dan sekitarnya itu, SMPN belum ada, Polehan juga belum ada dan Mulyorejo juga belum ada. Nanti kalau zonasi kalah, kasian siswa kalau tidak tertampung," jelas mantan Kabag Umum Pemkot Malang ini. 

Lebih jauh, Suwarjana mengungkapkan, ketiga sekolah itu rencananya masing-masing akan dinamai SMPN 28 Kota Malang, SMPN 29 Kota Malang dan SMPN 30 Kota Malang. 
Ia berharap, pembangunan ketiga sekolah tersebut bisa selesai tepat waktu dan bisa digunakan siswa untuk belajar di tahun ajaran baru 2021-2022 mendatang ini.

"Konsepnya nanti sekolahnya semua bertingkat walaupun belum bisa semua. Katakanlah belum bisa full, bertahap pembangunannya. Minimal mereka bisa tertampung di tahun ajaran baru ini," pungkas Suwarjana. (ica/aim)
 


BERITA TERKAIT