Densus Tangkap Karyawan BUMN, Kementrian Sebut Yang Ditangkap Pensiunan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Densus Tangkap Karyawan BUMN, Kementrian Sebut Yang Ditangkap Pensiunan

  • 19-04-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1947
Densus Tangkap Karyawan BUMN, Kementrian Sebut Yang Ditangkap Pensiunan Anggota Brimob Polda Sulsel berjaga di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan menyusul terjai serangan bom bunuh diri Minggu (28/3/2021) lalu.(dok antara)

Klikapa.com -Seorang karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditangkap Tim Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88) dan Polda Sulawesi terkait dengan serangan di Gereja Katedral Jalan Kajoalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu (28/3).

Pria berinisal N itu ditangkap di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (19/4).

"Saat ini tangkapan terakhir di Kabupaten Maros inisialnya N, bersangkutan pengawai BUMN kelahiran tahun 1963," ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan.

Dengan tertangkapnya N, maka total terduga teroris terkait dengan bom  gereja Makassar itu berjumlah 33 orang.

Meski begitu, Zulpan belum dapat menjelaskan peran N dalam aksi peledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

"Nanti sejauh mana itu, masih diperiksa dulu, dia baru diambil, nanti tim Densus 88 yang mendalami perannya," bebernya.

Zulpan mengatakan pihaknya belum bisa mengungkap barang bukti yang diamankan dalam penangkapan kali ini. Namun aparat meyakini pegawai BUMN tersebut punya kaitan erat dengan teror bom di Gereja Makassar.

"Dia memiliki keterkaitan dan keterlibatannya jelas dengan bom bunuh diri sangat terkait sehingga dilakukan penangkapan," ujarnya.

Ikhwal penangkapan itu, sontak direspun Kementerian BUMN. Penangkapan karyawan BUMN terkait jaringan teroris itu dibantahnya.

"Informasi yang kami dapat bahwa yang ditangkap itu bukan pegawai BUMN tapi pensiunan karyawan BUMN," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam keterangan kepada wartawan, Senin (19/4).

Meski demikian, Arya tak dapat memberikan keterangan lebih jauh terkait perusahaan yang sempat jadi tempat terduga teroris tersebut berkerja.
 


BERITA TERKAIT