Polisi Amankan 3 Orang Terkait Dugaan Pembunuhan Wanita di Lahan Tebu Kepanjen | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polisi Amankan 3 Orang Terkait Dugaan Pembunuhan Wanita di Lahan Tebu Kepanjen

Polisi Amankan 3 Orang Terkait Dugaan Pembunuhan Wanita di Lahan Tebu Kepanjen Jenazah korban saat dievakuasi petugas setelah dilakukan identifikasi.(ist)

Klikapa.com -Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyebutkan tiga orang kini telah diperiksa terkait dugaan pembunuhan terhadap Dewi Lestari, 25, warga Dusun Boro Utara, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen. 


“Ada tiga orang yang sudah kami amankan. Namun sejauh ini ketiganya masih sebatas saksi,” kata Hendri Umar, Jumat (23/4/2021). 

“Masih belum ada penetapan tersangka. Tiga orang yang diamankan masih sebagai saksi. Dugaan kami, korban meninggal dunia memang dibunuh. Pelakunya juga diperkirakan lebih dari satu orang,” sambung Kapolres Malang. 


Tanpa menyebut rinci tiga orang yang diamankan usai penemuan jasad Dewi Lestari itu, Hendri mengakui salah satunya adalah Sahrul, 27, warga Desa Kedungpedaringan, Kepanjen. 


Sahrul sudah diamankan Polres Malang bersama dua saksi lainnya. Mereka bertiga diperiksa masih sebagai saksi. 

Baca Juga: Mayat Wanita Korban Pembunuhan Ditemukan di Kedungpendaringan Kepanjen

Sahrul adalah pemilik rumah di dekat penemuan jasad korban. Saat korban ditemukan, kondisinya terbungkus tikar. Tikar inilah yang diketahui milik Sahrul.


Pengakuan sementara Sahrul kepada petugas, ia tidak membunuh korban. Ia beralibi menolong korban.

Kejadiannya disebutkan pada tanggal 19 April lalu, korban ditemukan Sahrul terjatuh dari motor di pinggir jalan raya. Dia menjadi korban tabrak lari. 

Sewaktu ditemukan, kata Sahrul, kondisi korban seperti habis minum-minuman keras, mulutnya mengeluarkan busa. Saat itu Sahrul membawa korban ke rumahnya.  Namun korban meninggal.


Karena takut, Sahrul kemudian membungkus korban dengan tikar dan jasadnya dibuang tak jauh dari rumahnya.


Ikhwal pengakuan itu, Henri mengatakan bahwa informasi itu masih didalami. Polisi sedang membuktikan dengan meminta keterangan saksi. 


“Indikasi bahwa korban dibunuh. Ini juga dikuatkan dengan tali yang mengikat celana korban. Tali itu sengaja diikat oleh Sahrul supaya celana korban tidak turun,” jelas Hendri. 

Sementara Sugeng, 51, paman Sahrul, mengatakan rumah di dekat TKP penemuan mayat memang milik Sahrul. Rumah itu warisan dari orangtuanya. Di rumah tersebut, Sahrul


BERITA TERKAIT