Pembunuhan di Pusat Kebugaran Arayaa Club House Dilatarbelaki Dendan Sesama Trainer | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pembunuhan di Pusat Kebugaran Arayaa Club House Dilatarbelaki Dendan Sesama Trainer

  • 27-04-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2433
Pembunuhan di Pusat Kebugaran Arayaa Club House Dilatarbelaki Dendan Sesama Trainer Eren pelaku pembunuhan sesama trainer di pusat kebugaran Arayaa Club House, Jalan Arief Rachman Hakim, Surabaya.(ist)

Klikapa.com -Kasus pembunuhan di pusat kebugaran Arayaa Club House, Jalan Arief Rachman Hakim, Surabaya dirilis polisi. Eren pelakunya mengaku nekat membunuh  Fardy Candra,46, warga Gembong Sawah, Surabaya, karena jengkel sering dibully.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Subiyantana menyebut, pelaku merupakan personal trainer di pusat kebugaran Arayaa Club House. Sehari-hari, pelaku tinggal di Kapas Gading Madya, Dukuh Setro, Tambaksari, Surabaya.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka memendam dendam sejak lama kepada korban. Yakni teman seprofesi sebagai trainer di pusat kebugaran tersebut," terang Subiyantana kepada wartawan, Selasa (27/4/2021).

Baca Juga: Pembunuhan di Pusat Kebugaran Surabaya. Pelaku Sering Bully Korban

Menurut Subiyantana, tersangka juga mengaku sudah berusaha baik-baik ke korban, tapi tidak diindahkan. Korban katanya malah terus membully. Makanya tersangka melakukan pembunuhan dan membeli pisau. 

''Jadi dia akan menghabisi karena dendam kesumat," tambahnya.

Subiyantana mengatakan jika tersangka dengan korban sebelum kejadian penusukan, sempat cek-cok di lantai dua pusat kebugaran tersebut. Kemudian tersangka turun ke swalayan terdekat untuk membeli pisau.

"Korban waktu itu mau pulang. Kemudian dihadang di depan oleh tersangka. Hingga terjadilah cek-cok mulut lagi. Namun karena pisau sudah disiapkan dibalik bajunya (tersangka), korban langsung ditusuk," paparnya.

Dari hasil visum luar, korban mengalami 17 luka tusuk di tubuhnya (bukan 7 tusukan seperti diberitakan sebelumnya). Sedangkan barang bukti pisau terlihat bengkok dan ada bekas darah.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain. Di antaranya sebilah pisau yang sudah bengkok yang dijadikan sarana tersangka menghabisi korban. Sepatu, kacamata, handuk berlumuran darah, flash disk rekaman CCTV serta pakaian milik korban.

Tersangka dijerat Pasal 340, 338, 351 ayat 3, yang ancaman hukumannya adalah 20 tahun, 15 tahun, dan 7 tahun dan Undang-undang No 12 tahun 1951 tentang senjata tajam.
 


BERITA TERKAIT