Mabes Polri Bongkar Pengiriman Sabu 2,5 Ton dari Afganistan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Mabes Polri Bongkar Pengiriman Sabu 2,5 Ton dari Afganistan

  • 28-04-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2412
Mabes Polri Bongkar Pengiriman Sabu 2,5 Ton dari Afganistan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan dalam konferensi pers kasus peredaran 2,5 ton sabu jaringan Timur Tengah-Malaysia-Indonesia di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/4/2021).(dok.liputan6)

Klikapa.com -Mabes Polri bongkar jaringan narkoba internasional Timur Tengah-Malaysia-Indonesia.  Sabu seberat 2,5 ton berhasil diamankan berikut 18 orang tersangka. Para tersangka itu terdiri dari 17 WNI dan 1 WN Nigeria.

"Pengungkapan kasus jaringan Timur Tengah ini berawal dari informasi yang kita peroleh dari jaringan kita di luar negeri, kemudian analisa terhadap beberapa penangkapan yang kita lakukan terhadap tersangka termasuk pengawasan dari temen-temen yang ada di Satgas maupun Direktorat Narkoba untuk pengawasan terhadap pelaku yang sudah dilakukan penangkapan," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2021).

Menurut Sigit, pihaknya mendapatkan informasi itu sekitar Maret 2021. Ada Kapal yang bermuatan narkoba di atas 2,5 ton atau hampir lima ton narkoba bergerak dari Afghanistan menuju ke Indonesia.

"Berdasar informasi tersebut, kita membentuk dua tim yang tim pertama dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Pak Krisno Siregar dan tim kedua dipimpin oleh Pak Sambo selaku Kasatgas Merah-Putih," terangnya.

Polisi pun segera melakukan komunikasi dengan Bea Cukai dan BNN. Saat itu lanjut Sigit, koordinat sudah diketahui yakni berada di perairan Aceh. 

Setelahnya, anggota bergerak bersama-sama dengan Bea Cukai menuju ke perairan Aceh pada akhir Maret 2021. Kemudian, petugas melakukan penangkapan di sejumlah lokasi.

"Sehingga melakukan penangkapan terhadap 3 TKP, pada tanggal 10 April 2021, pukul 17.40 Wib, kemudian Kamis, 15 April 2021 pukul 23.30 Wib, dilanjutkan pengembangan terhadap jaringan pemesan dan pengendali yang ada di Lapas pada 22 dan 23 April 2021," ujarnya.

Mantan Kabareskrim ini menjelaskan, sebanyak tujuh orang yang berperan sebagai pengendali mulai Afgahnistan. Mereka diketahui berinisial S, AAM, KMK, AW, HG, A dan M.

"Ini merupakan 7 orang yang berperan sebagai pengendali, dari mulai pergerakan sabu-sabu ini dari Afghanistan sampai dengan rute titik kordinat yang


BERITA TERKAIT