Dinkes Jatim: Warga Mojokerto Sembuh dari Paparan Varian Covid-19 Jenis B117 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Dinkes Jatim: Warga Mojokerto Sembuh dari Paparan Varian Covid-19 Jenis B117

  • 06-05-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1932
Dinkes Jatim: Warga Mojokerto Sembuh dari Paparan Varian Covid-19 Jenis B117 ilustrasi.(dok.antara)

Klikapa.com -Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Herlin Ferliana mengatakan warga Mojokerto yang pulang dari Kongo, Afrika dan terpapar mutasi virus Corona jenis B117 kini telah sembuh.  

Tracing kontak dekat dan isokasi ketat terhadap pasien telah dilakukan dan hasilnya tidak ditemukan penyebarannya.

Menurut Herlin kasus ini kini terus menjadi perhatiannya dan dilakukan tracing dan kontak dekat. Sedangkan pasien juga sudah dikarantikan dengan baik.

"Variannya B117, beliau [pasien] datang dari kegiatan di Kongo," kata Herlin, Kamis (6/5).

Varian B117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi. Sekitar 36 sampai 75 persen dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya.

Mutasi varian B117 saat ini dilaporkan paling banyak dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49 persen varian B117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

Herlin menyebutkan, berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan Jatim, pasien yang terjangkit varian B117 ini tak sampai menular dan menjangkit ke orang-orang di sekitarnya.

"Kami tracing dan periksa semua orang yang berkontak erat. Alhamdulillah, di Mojokerto masih aman dari penularan, karena yang bersangkutan dilakukan karantina dengan baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Herlin juga menyampaikan bahwa kondisi pasien dalam keadaan stabil alias orang tanpa gejala (OTG). Saat ini pasien tersebut telah dinyatakan negatif Covid-19 dan sembuh.

"Sudah negatif dan sudah sembuh," ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Jatim mengumumkan bahwa pihaknya menemukan keberadaan mutasi virus Covid-19 baru di Kabupaten Mojokerto.

Mutasi Covid-19 dari Kongo, Afrika ini disebut dibawa oleh sekelompok Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan perjalanan dinas ke daerah tersebut.

Herlin mengatakan, sekelompok WNI itu telah pulang dari perjalanan dinasnya di Kongo, pada Februari lalu.

"Diiketahui sejak Februari lalu bahwa ada sekelompok WNI yang baru saja tiba dari Kongo, segera kami lakukan pemeriksaan whole genome sequencing dan hasilnya baru keluar pada April kemarin," ucapnya.
 


BERITA TERKAIT