Tiga Napi Cilegon Kendalikan Peredaran Sabu 1,1 Ton | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tiga Napi Cilegon Kendalikan Peredaran Sabu 1,1 Ton

  • 14-06-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1986
Tiga Napi Cilegon Kendalikan Peredaran Sabu 1,1 Ton Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat merilis pengungkapan peredaran sabu 1,1 ton jaringan Timur Tengah.(dok.antara)

Klikapa.com -Tiga orang narapidana (Napi) di Lapas Cilegon, diringkus Polda Metro Jaya, menyusul keberhasilannya membongkar peredaran sabu sebanyak 1,1 ton. Napi itu dijemput petugas karena dianggap menjadi pengendali sabu bersama jaringan dari Timur Tengah.

Ketiga Napi itu,  dijemput petugas di Lapas Cilegon, Banten. Mereka kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Mereka teridi dari 2 orang warga Nigeria dan satu orang warga Indonesia.

"Semuanya ada tiga orang, Escobar dan Emichel warga Nigeria dan Didu warga negara Indonesia. Intinya kami bekerja sama dengan pihak kepolisian kalau ada warga binaan kami yang terlibat kami terbuka, silahkan diperiksa dan saat ini yang bersangkutan masih diperiksa di Polda Metro Jaya," jelas Kepala Lapas Kelas II Cilegon , Errytaruna kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Menruut Erry, para pelaku itu baru menghuni Lapas Cilegon sekitar satu tahun. Ketiga napi tersebut dipindahan dari Lapas Tangerang. 

"Mereka pindahan dan bukan putusan dari pengadilan sini dan bukan tahanan di sini. Ketiganya dari UPT lain dari Tangerang, kasus yang sama (narkoba) karena over kapasitas dipindahkan kemari. Di sini rata-rata sudah satu tahun," jelasnya.

Sejauh itu Erry mengaku tidak tahu persis bagaimana kasus yang menimpa ketiga warga binaannya itu. Erry mengatakan, pihaknya pada awal Juni lalu menerima laporan dari Polda Metro Jaya bahwa ada tiga napi yang terlibat peredaran narkoba .

"Untuk bagaimana kasusnya kami tidak bisa menjawab," tambahnya.

Satgas Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat seelumnya membongkar jaringan sabu 1,1 ton jaringan Timur Tengah. Jaringan ini rupanya dikendalikan oleh seorang narapidana. 

"Transaksi narkoba jaringan Timur Tengah yang kali ini bekerja sama dengan warga negara asing yang menjadi narapidana Lapas di Cilegon," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/6/2021).
 


BERITA TERKAIT