Kasus Baru Covid-19 RI Capai hampir 13 Ribu, IDI Menduga Bisa Lebih dari Itu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kasus Baru Covid-19 RI Capai hampir 13 Ribu, IDI Menduga Bisa Lebih dari Itu

  • 18-06-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1734
Kasus Baru Covid-19 RI Capai hampir 13 Ribu, IDI Menduga Bisa Lebih dari Itu ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Kasus positif Covid-19 RI terus meningkat. Jumat hari ini (18/6/2021) jumlah kasus baru hampir mencapai 13 ribu atau tempatnya 12.990. Penambahan kasus baru ini juga diikuti bertambahnya jumlah kematian 290 orang dan sembuh bertambah 7.907 pasien.

Mengutip data dari Kementrian Kesehatan RI, dengan tambahan itu, total kasus Covid-19 RI menjadi 1.963.266 orang sejak sejak pertama kali diumumkan pemerintah pada awal Maret 2020.

Sedangkan total jumlah kematian setelah terpapar Covid-19 mejadi 54.043.

Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini sebanyak 132.215 sampel. Kasus aktif Covid-19 atau pasien yang dirawat dan isolasi kini mencapai 130.096 orang. Sedangkan suspek Covid-19 sebanyak 111.635 orang.

Sehari sebelumnya, kasus positif Covid-19 terakhir kali berada di angka 12 ribu dalam sehari terjadi pada 6 Februari 2021. Tambahan 12 ribu hari ini menjadi yang tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Belakangan data terkait Covid-19 yang dilaporkan pemerintah kembali dipertanyakan. Sejumlah anggota organisasi profesi dokter di Indonesia mendesak agar pemerintah transparan dalam menyajikan data, terutama terkait temuan kasus varian mutasi virus corona.

Transparansi data dinilai perlu dilakukan agar publik memahami pemetaan wilayah varian corona sehingga dapat lebih waspada. Selain itu, pemerintah daerah juga dapat menentukan kebijakan antisipatif selanjutnya.

"Negara harus transparan, setiap minggu Whole Genome Sequence (WGS) baru harus dipaparkan," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan dalam acara daring, Jumat (18/6).

Selain itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menduga kasus positif dan kematian warga yang terpapar Covid-19 di lapangan lebih banyak dari yang dilaporkan pemerintah pusat. Hal itu berkaca pada beberapa kasus jumlah pemakaman Covid-19 yang lebih banyak daripada data harian yang dilaporkan pemerintah daerah.

Pihak lain yang meragukan data pemerintah yaitu Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI). Lembaga ini menyebut 29,91 persen dari populasi di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pernah atau


BERITA TERKAIT